RADAR MAJAPAHIT - Suasana di halaman Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI, Jakarta tampak semarak setelah disulap menjadi Cultural Fair Day (CFD), Minggu (16/8). Bertajuk Pasar Pagi Nusantara, kegiatan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut menghadirkan beragam pengalaman budaya dapat dinikmati masyarakat bersamaan dengan aktivitas Car Free Day.
Mengusung semangat “Singgah Sejenak, Rasakan Nusantara”, Pasar Pagi Nusantara dirancang sebagai ruang perjumpaan budaya yang terbuka bagi masyarakat. Konsep ini menempatkan kebudayaan bukan sebagai sesuatu yang formal dan berjarak, melainkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang dapat dilihat, didengar, dimainkan, dicicipi, dipelajari, dan dirayakan bersama. "Kegiatan Pasar Pagi Nusantara Cultural Fair Day ini kita selenggarakan untuk memeriahkan HUT Proklamasi yang ke-81, mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari kegiatan olahraga sekaligus apresiasi terhadap kebudayaan.” ungkap Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon.
Pasar Pagi Nusantara menghadirkan sejumlah zona pengalaman budaya. Mulai dari Nusantara Digital, Arena Main Nusantara, Sanggar Karya Betawi, Pasar Rasa Nusantara, Galeri Pusaka, Aroma Nusantara, Galeri Tempo Dulu, hingga Panggung Budaya. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif, seperti permainan budaya berbasis teknologi, workshop membatik dan membuat ondel-ondel, mencicipi kuliner tradisional dan jamu, hingga melihat koleksi keris, piringan hitam, buku lama, serta artefak budaya.
Menurut Menbud Fadli Zon, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan produk-produk budaya yang telah dikurasi. Termasuk barang antik, buku-buku tua, keris, kriya, serta makanan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTB).
Selain pameran dan aktivitas budaya, Cultural Fair Day menghadirkan pertunjukan seni yang melibatkan berbagai komunitas. Panggung budaya turut menampilkan Congrock, sebuah bentuk akulturasi keroncong dan rock dari Semarang, pertunjukan tari oleh Happy Salma dan Rosmala Dewi, serta pertunjukan tari dan flashmob generasi muda oleh Belantara Budaya Indonesia. Dalam rangkaian HUT RI tahun ini, Kemenbud juga memberikan dukungan fasilitasi berupa alat musik dan sound system bagi komunitas budaya.
Menbud Fadli Zon menilai antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi sarana efektif untuk mendekatkan kebudayaan kepada masyarakat. Karena itu, ia berharap format Cultural Fair Day dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang berlangsung secara rutin. "Kita berharap nanti Cultural Fair Day ini bisa kita lakukan agak rutin, mungkin satu bulan sekali pas hari Minggu. Untuk memberi kesempatan juga pada UMKM, terutama yang terkait dengan budaya,” tutur Fadli Zon.
Kegiatan tersebut, ujar Menbud, juga dapat memperkuat ekosistem ekonomi budaya. Yaknid dengan membuka ruang bagi pelaku budaya dan UMKM untuk memperkenalkan serta memasarkan produk mereka kepada masyarakat. Masyarakat pun dapat memperoleh pengalaman budaya secara langsung sambil berolahraga dan menikmati suasana akhir pekan.
Penyelenggaraan Pasar Pagi Nusantara merupakan bagian dari upaya Kemenbud untuk mendekatkan institusi kepada masyarakat serta memperkenalkan keberagaman budaya. Selain itu, juga memberi ruang bagi pelaku budaya, komunitas, dan UMKM, dan merintis format kegiatan budaya publik yang berkelanjutan (*/ram)
Editor : Rizal Amrulloh