PEMBENTUKAN Kabupaten Mojokerto langsung dibarengi dengan penataan fasilitas pemerintahan daerah.
Selain pendapa dan rumah dinas bupati, pembangunan juga menyentuh alun-alun.
Ayuhanafiq menuturkan, Pendapa Kabupaten Mojokerto dibangun tak jauh dari kawasan Pecinan atau di Jalan A. Yani yang kini masuk wilayah administratif Kota Mojokerto.
Di dalam kompleks tersebut juga didirikan peringgitan alias rumah dinas bupati.
Tak hanya itu, penataan juga menyentuh Alun-Alun Mojokerto. Area berupa tanah lapang atau ruang terbuka ini ditempatkan di sisi barat kantor Bupati Mojokerto.
Sementara di dekat alun-alun juga dibangun Masjid Agung Al-Fattah. Tempat ibadah umat muslim ini didirikan di tahun 1877 atau di masa kepemimpinan Bupati Mojokerto Raden Kromodjojo Adinegoro III.
”Penataan fasilitas pemerintahan ini menjadi struktur tata ruang di kota maupun kabupaten di Jawa saat itu,” tandas Yuhan.
Di momentum Hari Jadi ke-733 yang jatuh pada 9 Mei 2026, Kabupaten Mojokerto juga tengah menatap untuk kembali memindahkan pusat pemerintahan.
Kecamatan Mojosari digadang-gadang dijadikan sebagai sebagai Ibu Kota Mojokerto.
Mengingat, lokasi kompleks kantor bupati hingga alun-alun saat ini masuk di wilayah Kota Mojokerto.
Sebuah kota kecil yang resmi didirikan sebagai stadsgemeente alias pemerintah daerah pada 20 Juni 1918. (ram/ris)
Editor : Martda Vadetya