TERTEMBUSNYA benteng pertahanan di wilayah Mojosari akhirnya menjadi pintu masuk Belanda untuk kembali menduduki wilayah Mojokerto. Dari Mojosari, rombongan pasukan kolonial melanjutkan operasi militer menuju pusat pemerintahan di Kota Mojokerto.
Ayuhanafiq menuturkan, invasi tentara Belanda dilakukan melalui jalur selatan Mojokerto.
Rombongan pasukan bergerak melintasi jalur Pandanarum, Kecamatan Pacet dan Pugeran, Kecamatan Gondang.
”Pasukan Belanda kemudian menuju Kota Mojokerto melalui Brangkal, Sooko,” sambungnya.
Dengan jumlah pasukan dan kekuatan armada yang besar, para pejuang tak mampu menghadang lawan.
Hingga akhirnya, tentara kolonial berhasil membobol pertahanan di wilayah Kota Mojokerto. ”Belanda merancang gerakan invasi dengan sangat matang,” imbuhnya.
Pasalnya, selain dari jalur selatan, tentara Belanda juga menyergap dari arah timur Kota Mojokerto.
Kolonial menempatkan sebagian pasukan dari arah Lengkong, Kecamatan Mojoanyar.
”Serangan dari belakang itu yang membuat Kota Mojokerto jatuh tanpa perlawanan,” pungkas dia. (ram/ris)
Editor : Martda Vadetya