Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Prioritaskan Pembangunan, Wali Kota Mojokerto Arsid Kromohadisoerjo Renovasi Pasar Kliwon

Rizal Amrulloh • Rabu, 14 Januari 2026 | 19:00 WIB
SIMPAN RIWAYAT: Kantor Wali Kota Mojokerto atau kini menjadi Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk, Nomor 50, yang pernah menjadi ruang kerja Arsid Kromohadisoerjo.
SIMPAN RIWAYAT: Kantor Wali Kota Mojokerto atau kini menjadi Rumah Rakyat, Jalan Hayam Wuruk, Nomor 50, yang pernah menjadi ruang kerja Arsid Kromohadisoerjo.

SEMENTARA itu, sejumlah program prioritas dan sentuhan di bidang pembangunan menjadi legacy pada masa kepemimpinan Wali Kota Mojokerto Arsid Kromohadisoerjo. Termasuk keberhasilan dalam menjaga stabilitas politik.

Ayuhanafiq mengungkapkan, salah satu wujud pembanguan di era Wali Kota Mojokerto Arsid Kromohadisoerjo adalah peningkatan infrastruktur di Pasar Kliwon.

Pasar tradisional tertua di Kota Onde-Onde ini disentuh renovasi untuk menunjang perekonomian masyarakat.

Di samping itu, pembangunan juga menyasar fasilitas publik lainnya. Di antaranya peningkatan akses jalan perkotaan melalaui pekerjaan pelebaran.

 

 

’’Peningkatan juga dilakukan pada layanan di RSUD Kota Mojokerto yang saat itu masih berada di Jalan Gajah Mada,’’ sambungnya.

Pejabat jebolan OSVIA ini juga dinilai mampu menjaga stabilitas politik. Hal itu terbukti dalam pelaksanaan dua pesta demokrasi, yakni pada Pemilihan Umum (Pemilu) nasional di 1955 dan Pemilu daerah tahun 1957 yang sukses terselenggara.

’’Keberhasilan Pemilu ini tak lepas dari peran wali kota yang kala itu mengemban ketua Panitia Pemilihan Daerah (PPD),’’ tuturnya.

 

 

Masa jabatan Arsid Kromohadisoerjo sebagai Wali Kota Mojokerto berlangsung selama tujuh tahun. Posisi digantikan oleh R. Soedibjo di tahun 1961.

Yuhan mengatakan, Arsid Kromohadisoerjo mengakhiri tugas di Kota Mojokerto setelah diamanahi jabatan baru di Pemprov Jawa Timur. (ram/fen)

Editor : Martda Vadetya
#pemprov jawa timur #pasar kliwon #kota onde-onde #pemilu #fasilitas publik #infrastruktur #Kota Mojokerto #wali kota #pembangunan