PADA masa pendudukan Jepang, sejumlah tokoh di Mojokerto menginisiasi terbentuknya organisasi kepemudaan.
Dengan semangat untuk mencapai kemerdekaan RI, maka lahirlah sebuah wadah yang dinamakan Angkatan Moeda Mojokerto.
Berdirinya organisasi kepemudaan ini merupakan bentuk dukungan atas terbentuknya Angkatan Moeda tingkat pusat di Jakarta pada Mei 1945.
Sesuai dengan namanya, institusi ini menjadi media berkumpulnya tokoh-tokoh pemuda yang menginginkan segera tercapainya kemerdekaan RI.
Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menceritakan, lahirnya Angkatan Moeda Mojokerto diprakarasi oleh sejumlah tokoh pemuda.
Di antaranya dr Soekandar yang sekaligus didapuk untuk menakhodai organisasi baru tersebut. ’’Angkatan Moeda Mojokerto dipimipin oleh dokter Soekandar,’’ ulasnya.
Menurutnya, Angkatan Moeda membawa misi untuk melawan intervensi dari pihak luar terkait persiapan kemerdekaan RI.
Termasuk menolak fasilitasi yang ditawarkan oleh Jepang. Berkat gerakan para pemuda ini, mereka turut andil dalam tercapainya kemerdekaan RI yang diproklamirkan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945.
’’Keinginan para pemuda untuk segera mencapai kemerdekaan akhirnya terwujud,’’ papar pria yang akrab disapa Yuhan ini. (ram/fen)
Editor : Martda Vadetya