Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sekolah Perempuan Pertama di Mojokerto, Bekali Siswi Keterampilan Menjahit hingga Memasak

Rizal Amrulloh • Kamis, 18 September 2025 | 00:35 WIB
SEKOLAH KEPUTRIAN: Inlandsche Meisjesschool atau sekolah perempuan di masa pemerintahan kolonial. (dok. JPRM)
SEKOLAH KEPUTRIAN: Inlandsche Meisjesschool atau sekolah perempuan di masa pemerintahan kolonial. (dok. JPRM)

PADA masa pemerintahan kolonial, kaum hawa di Mojokerto tidak banyak mendapat kesempatan untuk mengenyam bangku pendidikan.

Namun, harapan mulai terbuka ketika didirikan lembaga pendidikan sekolah perempuan.

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menceritakan, sekolah perempuan di Mojokerto berdiri diketahui berdiri di tahun 1909.

Lembaga yang dinamakan Inlandsche Meisjesschool ini khusus menerima siswi dari kalangan pribumi.

 

 

’’Berdirinya sekolah perempuan mendapatkan animo positif dari masyarakat,’’ tuturnya.

Pasalnya, pada masa kolonial, kaum hawa sulit untuk mendapatkan pendidikan di sekolah formal.

Sehingga, keberadaan sekolah perempuan di Mojokerto mampu memberi asa bagi para orang tua untuk menyekolahkan putrinya.

Sosok yang akrab disapa Yuhan ini mengungkapkan, berdirinya sekolah perempuan di Mojokerto tersebut termuat dalam media cetak Het Koloonial Weekblad yang terbit tanggal 1 Desember 1910.

 

 

Berita dengan judul Een Nieuw Inlandsche Meisjesschool itu dikutip dari surat kabar Nieuw Soerabaja Courant.

Animo masyarakat terlihat dari tingginya jumlah pendaftar di sekolah perempuan. Meski dipatok biaya bulanan, namun terdapat 80 calon siswi yang mengajukan minatnya untuk mendapatkan bangku di Inlandsche Meisjesschool.

’’Di sekolah perempuan memberikan pelajaran berbeda dengan sekolah umum lainnya,’’ ulasnya.

 

 

Selain diajarkan membaca, menulis dan berhitung, peserta didik juga dibekali dengan ketrampilan berbagai bidang.

Di antaranya mengasah kemampuan menjahit, tata boga atau memasak, hingga keterampilan lainnya. Keilmuan tersebut diajarkan oleh tenaga pendidik yabg berkebangsaan Eropa. (ram/fen)

Editor : Martda Vadetya
#kaum hawa #mojokerto #keterampilan #kolonial #pribumi #kemampuan #sekolah perempuan