SEMENTARA itu, di balik kemeriahan perlombaan, peringatan Hari Kemerdekaan RI yang pertama juga menjadi momen yang sakral.
Sebab, massa yang berkerumun di tengah Alun-Alun Kota Mojokerto berkesempatan untuk mendengarkan pidato dari dua tokoh orator nasional.
Ayuhanafiq mengatakan, masyarakat yang berkumpul di alun-alun dengan khidmat mendengarkan pidato dari Presiden RI Soekarno.
Orasi dari sang proklamator kemerdekaan ini diperdengarkan secara langsung melalui siaran radio. ’’Pidato presiden didengarkan oleh semua peserta,’’ sambungnya.
Dalam pidatonya, Bung Karno dengan semangat yang berapi-api memekikkan teriakan merdeka.
Seketika itu, masyarakat Mojokerto terlecut untuk bertekad mempertahankan kemerdekaan RI dari ancaman kedatangan tentara Belanda.
’’Karena peringatan kemerdekaan RI yang pertama dilaksanakan masih dalam situasi perang,’’ tandas dia.
Dalam momen tersebut, seluruh massa secara serempak juga membacakan tiga poin resolusi.
Antara lain menyatakan dukungan terhadap pemerintah RI, mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI, serta bertekad untuk satu komando melawan kembalinya pasukan kolonial.
Selain Soekarno, peringatan Hari Kemerdekaan RI juga diisi pidato dari Soetomo alias Bung Tomo.
Sang orator pembakar semangat kemerdekaan ini juga menambah spirit barisan pejuang dan rakyat untuk berjuang melawan penjajahan. (ram/fen)
Editor : Martda Vadetya