Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Kemeriahan Kemerdekaan RI Pertama di Alun-Alun Kota Mojokerto, Gelar Perlombaan dan Pentas Pertunjukan

Rizal Amrulloh • Kamis, 28 Agustus 2025 | 12:00 WIB
SIMPAN JEJAK SEJARAH: Alun-Alun Kota Mojokerto yang dulu pernah dijadikan sebagai tempat pelaksanaan rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan RI yang pertama tahun 1946. (foto: dok. JPRM)
SIMPAN JEJAK SEJARAH: Alun-Alun Kota Mojokerto yang dulu pernah dijadikan sebagai tempat pelaksanaan rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan RI yang pertama tahun 1946. (foto: dok. JPRM)

MOMEN peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) identik dengan digelarnya berbagai macam perlombaan.

Di Mojokerto, ajang adu kreasi telah mewarnai sejak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI yang pertama di tahun 1946.

Perayaan Hari Kemerdekaan RI yang pertama ini diselenggarakan di Alun-Alun Kota Mojokerto.

Rangkaian diisi dengan lomba Agustusan digelar usai upacara seremoni tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Gajah Mada, 17 Agustus 1946.

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq mengungkapkan, kegiatan peringatan Kemerdekaan RI diinisiasi oleh Karesidenan Surabaya sebagai panitia.

Sebab, kala itu, karesidenan berkantor sementara di Pemkab Mojokerto setelah Kota Surabaya jatuh di tangan pasukan Sekutu.

”Panitia peringatan kemerdekaan menggagas penyelenggaraan perayaan dan lomba yang diadakan di alun-alun,” ungkapnya.

Salah satu ajang yang dilaksanakan adalah lomba membuat poster bertema perjuangan.

Selain itu, sejumlah seniman juga adu kreasi melalui lomba melukis. Hasil karya seni tersebut dipampang di halaman Alun-Alun Kota Mojokerto setelah dinilai oleh tim juri.

Peserta lomba diikuti oleh perwakilan masyarakat lingkungan, organisasi perjuangan, perusahaan, hingga para perupa.

Kompetisi berlanjut dengan adu kepiawaian di atas podium lewat lomba pidato. ”Pesertanya adalah para pemuda dan pemudi,” papar sosok yang akrab disapa Yuhan ini.

Masing-masing peserta unjuk kemampuan dalam menyampaikan retorika di hadapan khalayak ramai.

Tak sekadar berebut gelar juara, ajang pidato tersebut juga bertujuan menjaring potensi dalam menyampaikan propaganda kemerdekaan.

Selain perlombaan, peringatan Hari Kemerdekaan RI juga dimeriahkan dengan panggung seni pertunjukan.

Di antaranya dengan menggelar pentas drama sandiwara revolusi. Bahkan, rangkaian kegiatan tersebut berlanjut hingga malam hari.

Penampilan komedian alias pelawak tunggal menjadi penutup peringatan Kemerdekaan RI di Mojokerto. (ram/ris)

Editor : Martda Vadetya
#upacara #mojokerto #alun-alun kota mojokerto #peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia #surabaya #tabur bunga #pasukan sekutu #seniman #perlombaan #Seremoni