Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Tapak Tilas Mayjen Sungkono di Mojokerto, Pertahankan Kemerdekaan dari Serangan Belanda

Rizal Amrulloh • Minggu, 24 Agustus 2025 | 01:35 WIB
foto makam Mayjen Sungkono (dok. JPRM)
foto makam Mayjen Sungkono (dok. JPRM)

SEMENTARA itu, tapak tilas perjuangan Soengkono di Mojokerto terjadi pada masa revolusi.

Demi mempertahankan kemerdekaan, sosok yang kala itu menjabat sebagai Komandan Divisi VI Narotama ini membentuk garis pertahanan untuk menghalau musuh.

Ayuhanafiq menuturkan, serangan dari pasukan Belanda terjadi pada Maret 1947.

Dari Surabaya, iring-iringan tentara kolonial menyerbu Kota Mojokerto dengan menerobos garis pertahanan pejuang di Jembatan Ngrame, Pungging. ’’Serangan berlangsung secara mendadak,’’ ungkapnya.

Selain itu, gerakan tentara kolonial beserta armada tempurnya juga tak terbaca oleh pejuang.

Karena konvoi pasukan melintasi dari Mojosari menuju jalur selatan melewati Pugeran, Dinoyo dan Brangkal. ’’Sementara garis pertahanan pejuang ada di Balongbendo,’’ paparnya.

Akibatnya, Marinir Belanda pun mampu menembus wilayah pertahanan di Mojokerto. Dengan sigap, Soengkono yang kala itu masih berpangkat kolonel memutuskan untuk mengosongkan markas pejuang di kota.

Bersama Kompi Kawal Markas, Soengkono bergerak menuju Dam Lengkong, Kecamatan Mojoanyar.

Namun, rencananya untuk menyeberang ke wilayah utara Sungai Brantas gagal terlaksana karena sudah diduduki musuh.

Hingga akhirnya, Soengkono mengubah rute pergerakan menuju wilayah perbatasan di Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, Jombang.

Sebuah pabrik yodium dijadikan sebagai markas oleh Soengkono bersama pasukannya untuk menghimpun kembali kekuatan pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan.

Baca Juga: Kisah Singkat Sejarah Dharmaputra di Majapahit, Gejolak Ambisi yang Berujung Tragedi

Setelah revolusi, Soengkono kemudian diangkat sebagai Panglima Divisi I atau kini Kodam V/Brawijaya dengan pangkat terakhir mayjen.

Sosok yang gigih mempertahankan kemerdekaan ini meninggal pada 12 September 1977 dan disemayamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. (ram/fen)

Editor : Martda Vadetya
#mojosari #kodam brawijaya v #pertahanan #sungai brantas #kolonial #kolonel #pejuang #Komandan #pasukan belanda #Kota Mojokerto