KORAN Suluh Rakjat edisi 31 Desember 1949, menurunkan artikel yang berjudul “Bung Karno di Masa Ketjilnja” yang ditulis oleh Indrokoesoemo.
Dalam artikel itu mengisahkan masa kecil Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) Ir. Soekarno.
Di antaranya mengulas sosok yang bernama lahir Koesno ini dikhitan oleh dokter bernama dr Soemarjoedo.
Inisiator Titik Nol Soekarno di Ploso, Jombang, Binhad Nurrohmat menceritakan, sebagai muslim, tokoh yang juga akrab disapa Bung Karno ini menjalani khitan atau sunat semasa kecilnya.
Merujuk halaman ’’Chronology’’ di bagian belakang buku Solichin Salam ’’Bung Karno Putera Fadjar’’ (1966) dinyatakan, Soekarno disunat pada tahun 1915. ’’Pada 1915 itu, Soekarno tinggal di Mojokerto,’’ ungkapnya.
Namun, belum ditemukan catatan pasti terkait tempat Bung Karno menjalani khitan. Yang pasti, urai Binhad, proses medis ini dilakukan oleh dr Soemarjoedo.
’’Memang belum ada data pasti di mana tempat dinas dokter Soemarjoedo ketika menyunat Soekarno pada 1915,’’ ulasnya.
Berdasarkan satu dokumen pemerintah Hindia-Belanda di buku Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indie terbitan 1917, diketahui dr Soemarjoedo berdinas di daerah Mojokerto mulai 5 Juni 1916.
Sehingga, belum diketahui di mana tempat dinas Soemarjoedo secara persis setahun sebelum berdinas di Mojokerto.
Kendati begitu, berdasarkan dari kedekatan lini waktu, diduga kuat Soekarno dikhitan dr Soemarjoedo di Mojokerto.
’’Jadi menurut saya, kemungkinan sunatnya di Mojokerto. Cuma kita belum menemukan datanya saja,’’ urainya. (ram/fen)
Editor : Martda Vadetya