Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Perkembangan Transportasi Darat Kian Pesat, Bus Beroperasi di Mojokerto sejak 1929

Rizal Amrulloh • Kamis, 12 Juni 2025 | 03:35 WIB
ANGKUTAN UMUM: Armada Bus Trans Jatim Koridor VI yang beroperasi melayani penumpang dari Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto, menuju Terminal Porong, Sidoarjo. (foto: JPRM)
ANGKUTAN UMUM: Armada Bus Trans Jatim Koridor VI yang beroperasi melayani penumpang dari Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto, menuju Terminal Porong, Sidoarjo. (foto: JPRM)

SEMENTARA itu, pembangunan akses jalan di masa pemerintahan kolonial membuat moda transportasi darat semakin berkembang.

Selain kereta api (KA), di Mojokerto juga terdapat trayek bus yang melayani penumpang umum.

Ayuhanafiq memaparkan, keberadaan bus dengan rute layanan yang melintasi Mojokerto telah ada sejak tahun 1929.

Itu menyusul Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang telah menerbitkan izin operasional kendaraan dengan daya tampung puluhan penumpang ini.

”Awalnya angkutan bus melayani izin trayek dari Mojokerto hingga Porong,” terangnya.

Kehadiran angkutan umum ini mendapat animo tinggi dari masyarakat.

Selain lebih terjangkau, rute yang dilalui juga melintasi wilayah yang tidak dilalui jalur kereta api.

Untuk menunjang itu, maka dibangun sarana berupa standplats atau terminal di dekat Alun-Alun Mojokerto.

Jalur pelayanan pun berkembang. Dari pusat Kota Onde-Onde, bus melayani penumpang ke beberapa rute.

Antara lain, menuju Mojosari, Jombang, hingga ke arah Surabaya. ”Karena itu juga dibangun terminal di Mojosari,” imbuh Yuhan.

Dari terminal tersebut, penumpang lantas melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus jurusan Japanan atau ke arah Krian, Sidoarjo.

Kehadiran armada angkutan darat ini sempat menyebabkan tergerusnya jumlah penumpang kereta api. (ram/ris)

Editor : Martda Vadetya
#mojosari #kereta api #Trayek #mojokerto #kota onde-onde #rute #jombang #surabaya #bus #sidoarjo #jawa timur #porong #transportasi