Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Riwayat Terbentuknya Kota Mojokerto, Dari Rawa-Rawa Menjadi Perkotaan Penyokong Metropolitan

Rizal Amrulloh • Jumat, 23 Mei 2025 | 03:21 WIB
PUSAT KOTA: Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto yang menjadi bagian dari perencanaan pembangunan tata kota di wilayah Mojokerto di masa pemerintahan kolonial. (foto: JPRM)
PUSAT KOTA: Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto yang menjadi bagian dari perencanaan pembangunan tata kota di wilayah Mojokerto di masa pemerintahan kolonial. (foto: JPRM)

PEMBENTUKAN Kota Mojokerto dilakukan melalui proses yang panjang.Dari daerah yang dulu merupakan rawa, pemerintah kolonial kemudian melakukan rekayasa pembangunan, sehingga mampu menjadi kawasan perkotaan hingga permukiman.

Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menceritakan, kota dengan tiga kecamatan ini dahulu merupakan daerah rawa.

Sehingga sebagian besar daratan kondisinya terendam air. Pemerintah kolonial kemudian berencana melakukan pengeringan air. Upaya ini menyusul rencana pembentukan perkotaan di wilayah Mojokerto.

”Proses mengeluarkan air dari areal rawa-rawa dilakukan dengan membuat saluran air atau afvoer,” tuturnya.

Dengan sistem tersebut, maka proses pengeringan daratan tidak memerlukan mesin pompa.
Air dari rawa-rawa dialirkan melalui saluran menuju Sungai Sadar.

”Perencanaan dilakukan dengan sistem elevasi yang mengalirkan air dari dataran tinggi ke daerah yang lebih rendah,” tandasnya.

Pria yang akrab disapa Yuhan ini menyebut, terdapat empat afvoer yang dibuat untuk mengeringkan cikal bakal wilayah Kota Mojokerto.

Setelah terbebas dari genangan air, rencana tata kota sebagai pemukiman mulai digulirkan di awal abad ke-19.

Sebab, pengeringan daratan tersebut juga bertujuan untuk dijadikan sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto.

Sehingga dalam perencanaannya dimasukkan pembangunan alun-alun dan akses jalan.
”Jadi, sarana jalan dan afvoer direncanakan sejak sebelum adanya permukiman,” paparnya.

Di samping itu, dalam pembuatan tata kota juga dibangun fasilitas penunjang di sekitar alun-alun. Meliputi peringgitan atau kantor Bupati Mojokerto, kantor pemerintah kolonial, masjid, pasar, dan perangkat lainnya.

Setelah proses pengeringan, wilayah yang sebelumnya merupakan kawasan rawa-rawa tersebut resmi ditempati di masa pemerintahan Bupati Tjondronegoro pada tahun 1838.

Momen tersebut sekaligus menandai terbentuknya pemerintahan daerah yang sebelumnya bernama Kadipaten Japan. (ram/ris)

Editor : Martda Vadetya
#bupati mojokerto #Perkotaan #metropolitan #alun-alun #tata kota #Kota Mojokerto #afvoer #rawa-rawa