SEIRING berjalannya waktu, penggunaan kendaraan roda empat di Mojokerto mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Jalanan tak hanya ramai ketika siang hari, namun malam hari juga tampak gemerlap karena sorot lampu mobil yang lalu lalang saat malam hari.
Ayuhanafiq menuturkan, berkembangnya penggunaan mobil pada masa kolonial menjadikan jalanan yang gelap saat malam hari menjadi lebih gemerlap.
Terlebih wilayah Mojokerto terbilang daerah yang paling akhir memasang jaringan listrik. ’’Karena belum ada lampu penerangan, jalanan menjadi gelap usai matahari terbenam,’’ katanya.
Namun, kehadiran mobil juga turut membuat pergeseran prilaku bagi para pemiliknya.
Kendaraan bermotor yang semula menjadi kebutuhan transportasi mulai berubah menjadi gaya hidup.
Dikatakannya, salah satunya ditandai dengan pemakaian sorot lampu mobil yang justru dapat menyilaukan mata.
’’Mobil-mobil di Mojokerto mempunyai lampu dengan sorot yang terang,’’ ulasnya.
Sebab, asesoris lampu mobil tidak hanya digunakan untuk keperluan penerangan. Tetapi penggunaannya sengaja dilakukan agar menarik perhatian orang.
Termasuk menjadi ajang pamer ke pemilik mobil lainnya. ’’Seolah-olah untuk bersaing sorot lampu dengan sesama pengendara,’’ sebut dia.
Penyimpangan perilaku dari pengendara roda empat ini pun akhirnya mendapat teguran dari para pengguna jalan.
Karena sorotan tajam dari lampu kendaraan dianggap membahayakan dan berpotensi memicu kecelakaan.
’’Pengguna jalan kemudian meminta pihak yang berwenang agar mobil dengan lampu yang mengganggu ditindak demi keselamatan,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Martda Vadetya