PABRIK Gula (PG) Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto telah memulai buka giling tahun 2025, Sabtu (3/5).
Uniknya, kegiatan produksi gula ini ditandai dengan buka giling yang telah menjadi tradisi sejak masa kolonial.
Sejarawan Mojokerto Ayuhanafiq menceritakan, buka giling telah menjadi ritual wajib yang dilakukan pabrik gula sebelum mengawali produksi tahunan.
Tradisi ini telah eksis sejak era prakemerdekaan hingga saat ini. ’’Buka giling juga dikenal dengan pesta rakyat, karena digelar berbagai macam tontonan yang menarik perhatian orang banyak,’’ ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, buka giling digelar dengan rangkaian acara. Selain itu, juga terdapat sejumlah tradisi bernilai sakral yang juga tetap dilestarikan.
Salah satunya dengan melaksanakan ritual manten tebu alias pengantin tebu. ’’Jadi tebu diarak layaknya pasangan pengantin,’’ tutur Anggota Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ini.
Di samping itu, buka giling juga digelar dengan acara selamatan dengan suguhan nasi tumpeng.
Pria yang akrab disapa Yuhan ini menyebutkan, tradisi ini dilakukan di semua pabrik gula sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda.
’’Ritual ini kemudian menjadi budaya saat buka giling pabrik gula,’’ tandas dia.
Itu seperti yang dilakukan di PG Gempolkrep. Sebagai satu-satunya pabrik gula di Mojokerto yang masih eksis sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda, tradisi buka giling masih dirawat hingga saat ini.
Di Mojokerto, keberadaan pabrik gula telah ada sejak awal abad ke-19. Di masa kejayaannya, terdapat belasan industri gula yang tersebar di wilayah kota dan kabupaten. (ram/fen)
Editor : Martda Vadetya