RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit didirikan Raden Wijaya pada tahun 1294 M. Raden Wijaya adalah seorang menantu dari raja terakhir Kerajaan Singasari.
Raden Wijaya merupakan raja pertama di Kerajaan Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.
Setelah keruntuhan dari Kerajaan Majapahit, terdapat sejumlah peninggalan Kerajaan Majapahit yang dapat ditemukan berupa candi, kitab, hingga prasasti. Dengan adanya peninggalan tersebut masyarakat dapat mengenal sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit.
Prasasti biasanya berupa tulisan atau gambar yang ditulis di bahan yang tahan lama isinya berupa suatu hal penting pada saat masa kerajaan seperti penetapan daerah, pengadilan, silsilah kerajaan, atau peresmian bangunan.
Melalui prasasti kita dapat mengerti sumber sejarah yang dapat memberikan informasi mengenai kehidupan masyarakat di masa lampau.
Berikut 4 Prasasti Peninggalan Kerajaan Majapahit:
- Prasasti Kudadu
Prasasti Kudadu ditemukan di temukan di lereng Gunung Butak, perbatasan kabupaten Blitar dan Malang. Prasasti ini ditulis dengan Aksara Kawi Majapahit pada abad ke 13 M.
Prasasti Kudadu ini berisi tentang kisah Raden Wijaya yang mendapat pertolongan dari Rama Kudadu berupa tempat persembunyian disaat Raden Wijaya melarikan diri dari ancaman Jayakatwang.
- Prasasti Sukamerta
Prasasti sukamerta ditemukan di daerah Penanggungan, Jawa Timur. Prasasti tersebut merupakan prasasti kedua yang diciptakan oleh Raden Wijaya pada masa kejayaannya di tahun 1296 M.
Prasasti sukamerta berisi tentang kisah Raden Wijaya yang memperistri empat anak gadis dari Kertanegara.
Empat gadis tersebut diantaranya, Sri Paduka Parameswari Dyah Sri Tribuwaneswari, Mahadewi Dyah Dewi Narendraduhita, Jayendradewi Dyah Dewi Prajnaparamita dan Rajapadni Dyah Dewi Gayatri.
Baca Juga: Museum Majapahit yang Menyimpan Berbagai Peninggalan Sejarah yang Wajib Dikunjungi
Selain tentang kisah pernikahan empat istri Raden Wijaya, prasasti Sukamerta juga menceritakan tentang kisah Jayanegara putra dari Raden Wijaya yang menjadi Raja Muda di Kerajaan Daha di tahun 1295 M.
- Prasasti Canggu
Prasasti Canggu dikeluarkan oleh Raja Hayam Wuruk dan ditemukan pada tahun 1358 M yang berisi tentang aturan-aturan mengenai perlintasan di sekitar Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas.
- Prasasti Wurare
Prasasti Wurare ini ditemukan sekitar tahun 1289 M yang mengisahkan tentang seorang pendeta Arrya Bharad yang telah membelah tanah Jawa menjadi dua kerajaan yakni Janggala dan Panjalu. Pembelahan tanah Jawa ini dilakukan untuk menghindari perang saudara yang sedang memperebutkan wilayah dan kekuasaan.
Selain itu, prasasti ini juga mengisahkan tentang bersatunya kembali wilayah Jenggala dan Panjalu pada masa pemerintahan Jaya Sri Wisnuwardhana.
Prasasti ini dikeluarkan sebagai bentuk penghormatan untuk Raja Sri Jnanasiwabajra yang derajatnya telah mencapai Ji a atau Buddha Agung.AINI
Editor : Imron Arlado