Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Bertransformasi Gunakan Tenaga Listrik

Rizal Amrulloh • Senin, 10 Februari 2025 | 01:00 WIB

 

BERBAHAN BAKAR MINYAK: Lampu petromax yang dulu menjadi alat penerangan sebelum listrik masuk di wilayah Mojokerto. (Foto: Rizal Amrulloh/JPRM)
BERBAHAN BAKAR MINYAK: Lampu petromax yang dulu menjadi alat penerangan sebelum listrik masuk di wilayah Mojokerto. (Foto: Rizal Amrulloh/JPRM)

SEMENTARA itu, setelah mengandalkan bahan bakar minyak, pengoperasian lampu penerangan jalan di Kota Mojokerto lalu bertansformasi menggunakan tenaga listrik.

Seluruh lampu gantung dan petromaks kemudian diganti dengan lampu pijar.

Ayuhanafiq menuturkan, pembaruan penerangan jalan dari lampu minyak menjadi tenaga listrik digulirkan pada tahun 1929.

Langkah itu dilakukan setelah Pemkot Mojokerto memberikan hak pengoperasian pada Algemeene Nederlandsch Indiesche Electriciteit Maatschappij (ANIEM), perusahaan listrik pada masa kolonial.

’’Setelah itu jaringan listrik mulai tersambung di Kota Mojokerto,’’ paparnya.

Sejak saat itu, pemkot kemudian menganggarkan penggantian lampu minyak dengan lampu pijar.

Meski kebutuhannya jauh lebih mahal, namun perawatan lampu bertenaga listrik jauh lebih murah dibandingkan dengan petromaks maupun lampu gantung.

’’Karena tidak diperlukan anggaran untuk pengadaan bahan bakar minyak tanah maupun perawatan,’’ tandasnya.

Meski pada awalnya penerangan dipasang di ruas jalan dan kawasan tertentu, pemanfaatannya kemudian diperluas.

Baca Juga: Identitas Budaya Ini Jadi Senjata Melawan Penjajahan Kolonial Belanda  

Energi listrik juga disalurkan untuk membantu penerangan di kawasan perniagaan hingga membantu kebutuhan pelayanan kesehatan. (ram/fen)

 

Editor : Martda Vadetya
#penerangan #mojokerto #lampu gantung #minyak tanah #listrik #lampu pijar