Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Usir Genangan dan Atasi Kekeringan  

Martda Vadetya • Jumat, 20 Desember 2024 | 03:00 WIB

 

foto : Rizal Amrulloh / JPRM.
foto : Rizal Amrulloh / JPRM.

SEMENTARA itu, penantian panjang pada proses pembangunan sipon Watudakon tak berakhir dengan sia-sia.  

Setelah saluran air buatan ini terbangun, wilayah perbatasan Kota dan Kabupaten Mojokerto mampu terbebas dari genangan air dan banjir.

Ayuhanafiq memaparkan, teratasinya persoalan genangan air dan banjir setelah aliran afvour Watudakon dapat disalurkan menuju wilayah utara Sungai Brantas.

Sehingga, debit air yang sebelumnya menggenang baik di Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko maupun Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon dapat berkurang signifikan.

’’Sebagian besar dikurangi lewat sipon Watudakon,’’ tuturnya.

Dari afvour Watudakon, air mengalir melewati terowongan di bawah sungai Brantas menuju Desa Pagerluyung Kecamatan Gedeg.

Dan, alirannya tersambung hingga Sungai Marmoyo dan bermuara ke Sungai Kalimas.

Karena itu, ungkap Yuhan, sipon Watudakon tak hanya menyelesaikan masalah banjir di wilayah hulu.

Tetapi, juga menjadi solusi untuk mengatasi kekeringain yang berada di kawasan utara Sungai Brantas.

’’Karena utara Brantas merupakan lahan tadah hujan. Sehingga sering terjadi masalah kekeringan,’’ imbuh dia.

Selama seabad terakhir, keberadaan konstruksi kolonial ini berkontribusi dalam mengusir banjir.

Selain itu, sipon Watudakon juga mengubah kawasan yang sebelumnya rawa-rawa menjadi lahan produktif. (ram/fen)

Editor : Martda Vadetya
#kekeringan #sipon watudakon #sungai brantas #kolonial #kecamatan sooko