Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Pejuang Melawan, Operasi Belanda Gagal Berjalan  

Rizal Amrulloh • Jumat, 1 November 2024 | 02:55 WIB

 

SUARA PEJUANG: Coretan di tembok Stasiun Mojokerto terkait kedaulatan kemerdekaan RI. (foto: koleksi Ayuhanafiq)
SUARA PEJUANG: Coretan di tembok Stasiun Mojokerto terkait kedaulatan kemerdekaan RI. (foto: koleksi Ayuhanafiq)

SEMENTARA itu, agresi militer Belanda pertama rupanya tidak berjalan sesuai rencana.

Karena pejuang memberikan perlawanan kuat untuk mempertahankan kemerdekaan RI.

Ayuhanafiq memaparkan, pasukan kolonial tak mampu menembus pertahanan pejuang pada agresi militer Belanda.

Karena pejuang memberikan perlawanan dengan menggunakan taktik bumi hangus.

”Perlawanan keras serta bumi hangus mampu menghambat gerakan serdadu Belanda,” jelasnya.

Strategi serangan di Mojokerto rupanya gagal diterapkan untuk menerobos pertahanan di Yogyakarta.

Selain itu, lanjut Yuhan, operasi produk Belanda juga tidak sepenuhnya berjalan mulus.

Sebab, keinginan Belanda untuk mengoperasikan kembali sejumlah industri di wilayah Mojokerto tidak berhasil.

Baik Pabrik Gula (PG)  Gempolkrep maupun perkebunan di Gondang belum bisa menjalankan produksi.

”Operasi militer Belanda di Mojokerto akhirnya gagal,” imbuh anggota Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ini.

Baca Juga: Artefak Batu Nisan Era Majapahit Ditemukan, Simpan Sejumlah Makna Tersembunyi  

Pada akhirnya, kolonial menyepakati untuk dilaksanakan perundingan yang melahirkan Perjanjian Renville.

Perjanjian yang ditandatangani pada 17 Januari 1948 ini bertujuan untuk menyelesaikan konflik antara Republik Indonesia dan Belanda. (ram/ris)

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #kolonial #pejuang #belanda #yogyakarta #bumi hangus