Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Hadis Qudsi Terpahat di Nisan Makam Polo Putro, Abdi Ndalem Setia Kerajaan Majapahit

Moch. Chariris • Minggu, 7 April 2024 | 06:43 WIB

 

KERAMAT: Pengunjung berdoa di Makam Polo Putro di kompleks Makam Tujuh Troloyo, Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
KERAMAT: Pengunjung berdoa di Makam Polo Putro di kompleks Makam Tujuh Troloyo, Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Trowulan terkenal dengan wisata religiusnya.

Ini setelah terdapat Makam Syekh Jumadil Kubro, tak lain adalah sesepuh walisongo.

KUSYUK: Pengunjung mengamati kondisi Makam Polo Putro di Makam tujuh Troloyo, Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo Kecamatan, Trowulan Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
KUSYUK: Pengunjung mengamati kondisi Makam Polo Putro di Makam tujuh Troloyo, Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo Kecamatan, Trowulan Kabupaten Mojokerto. (foto: Annisa Fadilah for Radar Majapahit)

Selain itu, terdapat pula makam para penasihat dan dayang kerajaan yang dipercaya sebagi abdi ndalem setia kerajaan Majapahit.

Makam Tujuh berada dalam satu atap dengan Makam Polo Putro, penasihat kerajaan.

Makam ini berada di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Polo Putro merupakan bangsawan di Kerajaan Majapahit.

Ia dikenal sebagai bangsawan yang setia hingga akhir keruntuhan kerajaan Majapahit.

Semasa hidup Polo Putro menjabat sebagai penasihat kerajaan era Ratu Ayu Kencana Wungu atau Prabu Damarwulan.

”Kerajaan memiliki penasihat di bidangnya, ada ketatanegaraan, ketabiban, hingga ahli perang,” ujar Suparman, 48, warga setempat, Sabtu (6/4).

Menurut sejarah, Makam Tujuh atau Makam Pitu termasuk Makam Polo Putro ini merupakan makam yang ada sejak awalnya masuk Islam ke bumi Majapahit, sekitar 1340 Saka atau 1414 Masehi.

Nisan makamnya berbentuk lengkung kurawal yang dipercaya sebagai salah satu kesenian Hindu dan adanya lafaz tauhid laa ilaaha illallah.

Sehingga dapat dikatakan makam ini hasil akulturasi Hindu-Islam.

Makam Polo Putro juga berbeda dengan makam yang lain.

Tidak terdapat lambang Surya Majapahit di kaki nisannya.

Seperti Makam Noyo Genggong, Sabdo Palon, Noto Kusumo, Noto Suryo, Gajah Pramodo, dan Emban Kinasih.

”Makam Polo Putro terdapat tulisan Arab yang diambil dari hadist qudsi yang terpahat di dalam nisannya,” tandasnya. (laila ramadani)

Editor : Moch. Chariris
#majapahit #makam tujuh #Syekh Jumadil Kubro