Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sejarah Masjid Agung Al-Fattah Mojokerto, Dibangun Bupati Raden Adipati Arya Kromodjoyo Adinegoro III

Moch. Chariris • Rabu, 3 April 2024 | 04:25 WIB
LUAS: Jamah melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto beberapa tahun lalu.
LUAS: Jamah melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Al-Fattah Kota Mojokerto beberapa tahun lalu.

RADARMAJAPAHIT – Masjid Agung Al-Fattah di Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto atau berada di sisi barat Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto, merupakan Masjid terbesar dan tertua di Kota Mojokerto.

Masjid ini didirikan oleh bupati Mojokerto, Raden Adipati Arya Kromodjoyo Adinegoro III atau Raden Aersadan, tahun 1866 hingga 1894.

HASIL RENOVASI: Desain interior dan ornamen Masjid Agung Al Fattah Kota Mojokerto memadukan kebudayaan Islam dan Majapahitan.
HASIL RENOVASI: Desain interior dan ornamen Masjid Agung Al Fattah Kota Mojokerto memadukan kebudayaan Islam dan Majapahitan.

RAA Kromodjoyo Adinegoro III selain dikenal sebagai bupati Mojokerto terlama, beliau juga dikenal sebagai sosok bupati yang sangat dekat dengan agama Islam.

Tidak hanya mendirikan Masjid Agung Al-Fattah, RAA Kromodjoyo Adinegoro III juga mendirikan Masjid Darussalam di Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tahun 1893.

Marhadi, 40, marbot Masjid Agung Al-Fattah menjelaskan, Masjid Agung Al-Fattah ini didirikan pada tahun 1877, dan difungsikan sebagai tempat peribadatan pada tahun 1878.

Masjid ini memiliki empat pilar utama yang terbuat dari kayu jati.

Salah satu kayu jati tersebut tepatnya di sisi barat daya, pemberian dari Mbok Rondo Dadapan, Jetis, Mojokerto.

Nama Al-Fattah pertama kali diberikan oleh KH Achyat Chalimy.

”Pilar tersebut masih kokoh hingga saat ini dan terpasang di ruang utama salat, serta tingginya sekitar 17 meter di atas permukaan tanah,” imbuhnya.

Masjid Agung Al-Fattah ini mengusung konsep memadukan antara kebudayaan Islam Timur Tengah dengan Majapahitan saat proses renovasi.

Ornamen timur tengah dapat dilihat mulai dari bangunan kubah, menara, serambi hingga bagian dalam masjid yang terinspirasi dari Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

Serta nuansa Majapahitan dapat dilihat dari pagar dan ukiran pada empat pilar penyangga.

”Masjid Agung Al-Fattah sempat direnovasi total pada tahun 2015 dan selesai tahun 2020 an,” ungkapnya.

Selain itu, Masjid Agung Al-Fattah ini juga mengusung konsep mewah yang dapat dilihat dari keramik lantai marmer  diimpor langsung dari Italia.

Serta ornamen lainnya yang terpasang pada kubah dan dinding masjid.

Masjid Agung Al-Fattah ini mampu menampung kurang lebih 2 ribu jamaah dari lantai atas hingga lantai bawah.

Masjid ini juga sering menjadi jujukan musafir dari luar kota untuk melaksanakan ibadah. (zukria amelia)

Editor : Moch. Chariris
#masjid #bupati #Kota Mojokerto