Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sejarah dan Khasiat Pohon Pule di Area Makam Syekh Jumadil Kubro, Trowulan, Mojokerto

Moch. Chariris • Jumat, 29 Maret 2024 | 05:27 WIB
DIPELIHARA: Pengunjung sedang mengamati pohon pule di Makam Troloyo, Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
DIPELIHARA: Pengunjung sedang mengamati pohon pule di Makam Troloyo, Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Annisa Fadilah for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Khasiat ramuan herbal memang tidak perlu diragukan lagi untuk kesehatan.

Di antaranya menggunakan ramuan dari pohon pule.

BERKHASIAT: Pohon pule di dalam kawasan Makam Syekh Jumadil Kubro, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
BERKHASIAT: Pohon pule di dalam kawasan Makam Syekh Jumadil Kubro, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Annisa Fadilah for Radar Majapahit)

Pohon ini terkenal akan manfaatnya.

Lokasinya persis berada di dalam kompleks Makam Troloyo di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Pohon itu tidak jauh dari Makam Sayyid Jumadil Kubro.

Pohon ini menjadi saksi dibangunnya kawasan Makam troloyo.

Arifin, 60, juru pelihara Makam Troloyo mengungkapkan, bahwa pohon ini sudah berusia 44 tahun.

Pohon ini diketahui telah ditanam pada tahun 1980.

Sebelum dibangunnya kompleks Makam Troloyo, dua pohon yang tumbuh di area tersebut.

Namun, pengurus Makam Troloyo memutuskan untuk menebang satu pohon.

”Sebelumnya ingin ditebang keduanya. Namun banyak yang tidak setuju karena pohon ini memiliki khasiat yang luar biasa,” jelasnya, Kamis (28/3).

Khasiat pohon pule ini berada pada kulit pohon.

Banyak peziarah yang datang untuk mengambil kulit pohon pule dan dijadikan obat herbal dengan cara direbus.

Khasiatnya dipercaya dapat menyembuhkan penyakit, seperti gatal-gatal dan penyakit kulit lainnya.

”Terbukti banyak yang berhasil menyembuhkan penyakitnya dengan merebus kulit pohon ini,” ujarnya.

Meski memiliki rasa yang pahit, namun kulit pohon ini tetap menjadi incaran peziarah yang datang ke Makam Troloyo.

Dalam lima tahun terakhir, di sekitar pohon pule ini diberikan batasan berupa pagar. Pagar itu berfungsi menjaga pohon pule ini agar tidak dirusak.

 ”Sebelumnya ini cuman ditutup oleh kain putih, namun akhirnya sekarang sudah diberi pagar besi,” pungkas Arifin. (annisa fadilah)

 

 

 

Editor : Moch. Chariris
#pohon pule #makam troloyo #trowulan