Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sinden Majapahit Berparas Cantik, Nyai Roro Kepyur, Kondang Semasa Kepemimpinan Raja Brawijaya V

Moch. Chariris • Kamis, 28 Maret 2024 | 05:39 WIB
TERJAGA: Peziarah melihat kondisi Makam Nyai Roro Kepyur di kompleks Makam Troloyo, di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.  (foto Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
TERJAGA: Peziarah melihat kondisi Makam Nyai Roro Kepyur di kompleks Makam Troloyo, di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Annisa Fadilah for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT.JAWAPOS.COM- Jika berbicara tentang sejarah Kerajaan Majapahit maka tidak akan ada habisnya.

Salah satunya ialah cerita sinden Kerajaan Majapahit di era pemerintahan Raja Brawijaya V.

SAKRAL: Makam Nyai Roro Kepyur di kompleks Makam Troloyo di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Annisa Fadilah for Radar Majapahit)
SAKRAL: Makam Nyai Roro Kepyur di kompleks Makam Troloyo di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (foto Annisa Fadilah for Radar Majapahit)

Saat ini sang sinden dimakamkan di area Makam Troloyo, di Dusun Sidodadi, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Nyai Roro Kepyur atau lebih tepatnya Nyai Endang Roro Kepyur ini merupakan sinden sekaligus penari cantik Kerajaan Majapahit.

Nyai Roro Kepyur merupakan penari khusus untuk Keraton Majapahit Majapahit.

Nama Roro Kepyur sendiri disandangnya setelah seorang lelaki yang menatapnya akan merasa kepyur-kepyur atau merasa tertarik karena parasnya yang cantik.

”Karena kecantikannya Nyai Roro Kepyur sangat kondang pada masa itu,” ujar Suwarno, 52, warga setempat, Selasa (27/3).

Karena berita kencantikannya maka tidak jarang banyak peziarah datang untuk ngalap barakah.

Kebanyakan peziarah yang datang ialah seorang yang berprofesi sebagai sinden.

Hal ini karena adanya kepercayaan bahwa dengan berdoa di makam ini dapat menampakkan aura kecantikan.

”Banyak yang berziarah karena mempunyai niat tertentu,” tuturnya.

Tidak hanya itu, pengunjung yang datang ke makam ini biasa membawa bunga sedap malam.

Bunga tujuh rupa ataupun kemenyan.

Hal ini sudah dilakukan dari dahulu dan menjadi hal yang wajib dibawa pada saat berziarah ke Makam Nyai Roro Kepyur.

Peziarah yang datang kebanyakan dari berbagai daerah.

Di antaranya dari Mojokerto, Surabaya, Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Nganjuk.

Mereka biasa datang pada malam hari dan melakukan ritual keagamaan.

”Makam ini terbuka untuk peziarah kapan pun, tapi tak jarang ada yang menginap di makam saat melakukan ritual,” pungkasnya. (annisa fadilah)

Editor : Moch. Chariris
#majapahit #Raja Brawijaya V #sinden