Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sejarah Masjid Baitul Muttaqin, Lahan Hasil Hibah Keluarga Tionghoa, Dilengkapi Mimbar Simbol Toleransi

Moch. Chariris • Rabu, 27 Maret 2024 | 03:16 WIB
BERSEJARAH: Mimbar khatib mirip dengan altar peribadatan etnis Tionghoa di Masjid Baitul Muttaqin Jatisari, Kutorejo, Mojokerto. (Foto: Nilam Mustiya for Radar Majapahit)
BERSEJARAH: Mimbar khatib mirip dengan altar peribadatan etnis Tionghoa di Masjid Baitul Muttaqin Jatisari, Kutorejo, Mojokerto. (Foto: Nilam Mustiya for Radar Majapahit)

RADARMOJOPAHIT – Keunikan yang dimiliki masjid atau musala menjadi daya tarik tersendiri.

Salah satunya Masjid Besar Baitul Muttaqin di Dusun Sambisari, Desa Jatisari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

KONDISI TERKINI: Masjid Besar Baitul Muttaqin, di Desa Jatisari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto sedang dalam tahap renovasi. (Foto: Nilam Mustiya for Radar Majapahit).
KONDISI TERKINI: Masjid Besar Baitul Muttaqin, di Desa Jatisari, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto sedang dalam tahap renovasi. (Foto: Nilam Mustiya for Radar Majapahit).

Masjid ini berusia hampir satu abad

Sekilas, Masjid Besar Baitul Muttaqin terlihat biasa saja.

Namun masjid ini memiliki keunikan pada ornamennya.

Yakni, terdapat sebuah mimbar khatib yang mirip dengan altar peribadatan etnis Tionghoa.

”Mimbar tersebut merupakan simbol solidaritas antara umat Islam dan etnis Tionghoa,” ungkap Miftahul Jamil, 38, pengurus Takmir Masjid Besar Baitul Muttaqin, Selasa (26/3).

Majid Besar Baitul Muttaqin dibangun pada tahun 1928.

Masjid ini berdiri di atas lahan yang seluas 60 x 20 meter persegi.

Lahan tersebut merupakan hibah dari keluarga The Boen Keh, etnis Tionghoa yang bertempat tinggal di kawasan Pasar Kutorejo.

Tidak hanya itu, Keluarga The Boen Keh juga memberikan mimbar khatib yang mirip dengan altar peribadatan etnis Tionghoa.

Mimbar tersebut sekaligus sebagai bentuk toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Mimbar khatib memiliki motif ukiran bunga yang mengelilingi mimbar.

Dulunya, mimbar khatib tersebut memiliki atap.

Tetapi sekarang atap tersebut telah dibongkar.

Namun, kini mimbar etnis Tionghoa tersebut diletakkan di luar masjid dan diganti dengan mimbar baru dari donatur.

”Mimbar yang lama dipindahkan ke luar, karena kami menghormati permintaan donatur yang ingin meletakkan mimbar baru di tempat imam,” tambahnya.

Meski sekarang mimbar khatib pemberian dari eluarga The Boen Keh telah diletakkan diluar masjid, tetapi masih dirawat dengan baik.

Selama Ramadan Masjid  Besar Baitul Muttaqin turut menyiapkan buka bersama untuk warga setempat dan musafir.

Masjid Besar Baitul Muttaqin saat ini masih dalam tahap renovasi untuk memperindah bentuk bangunan masjid. (zukria amelia)

Editor : Moch. Chariris
#masjid #mimbar #tionghoa