RADARMAJAPAHIT - Kekayaan arsitektur era Kerajaan Majapahit tak sekadar menunjukkan majunya ilmu konstruksi.
Melainkan juga upaya mitigasi bencana.
Selain membuat bangunan tahan getaran, rumah-rumah penduduk didirikan dengan cukup jarak sebagai antisipasi apabila terjadi kebakaran agar tidak menjalar.
Pengetahuan kompleks mengenai arsitektur dari masa 700 silam yang sarat nilai filosofis itu diwarisi hingga zaman kolonial.
Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta Anam Anis, mengatakan jejak keilmuan tersebut dapat diamati dari sisa-sisa bangunan rumah-rumah dinas peninggalan Hindia Belanda.
Salah satunya di kompleks bekas pabrik gula di Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Di sana, deretan rumah kuno berdiri dengan jarak yang cukup jauh.
Tak berdempet.
Menurut Anis, teknik pemisahan antarbangunan itu bertujuan untuk mencegah kebakaran massal.
Baca Juga: Keunikan Masjid Majapahit di Trowulan, Mojokerto, Ornamen dan Ukiran Bermotif Bunga Teratai
Apabila rumah dibiarkan rapat sebagaimana di kota-kota besar sekarang, akan menimbulkan kerugian besar saat terjadi bencana kebakaran.
Sebab, api akan lebih mudah merantak.
Baca Juga: Bagi Takjil Forkopimda Kota Mojokerto Membeludak, Hanya dalam 15 Menit Ratusan Paket Takjil Ludes
’’Rumah berjejer dan tidak ada yang mepet, ada jarak. Konstruksi Belanda di rumah pabrik gula kan seperti itu. Ternyata itu dimaksudkan supaya kalau ada kebakaran tidak sampai kena semua,’’ ungkap pengacara kelahiran 1958 itu.
Editor : Moch. Chariris