RADARMAJAPAHIT- Bekas Stasiun Lespadangan di Jalan Stasiun Lama, Desa/Dusun Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto ini semula adalah sebuah halte kereta api.
Di zaman Belanda bangunan itu difungsikan untuk mengangkut tebu dari Pabrik Gula Gempolkrep, Balongbendo, dan Perning.
Halte kereta api ini mulai beroperasi pada tahun 1912 dan ditutup PJKA tahun 1974.
Menyusul menjamurnya kendaraan pribadi dan maraknya angkutan umum.
Sekarang bekas Stasiun Lespadangan itu berlih fungsi menjadi pemukiman warga.
Kondisi bangunan berusia 100 tahun atau 1 abad lebih ini terlihat tidak terawat.
Beberapa bagian atap banyak yang bolong akibat korosi.
”Memang banyak seng yang bolong dan sering berjatuhan, untungnya tidak ada warga yang jadi korban. Karena material seng ini cukup tebal dan berkarat,” ujar Paryati, warga setempat, Kamis (21/3).
Bangunan ini berada di utara Sungai Brantas dan hanya berjarak sekitar 500 meter dari Alun-Alun Wiraraja Kota Mojokerto
Selain difungsikan sebagai pemukiman, bekas stasiun ini juga digunakan sebagai jalan lingkungan.
”Walaupun hanya tersisa bangunan dan sudah tidak ada bekas rel kereta api. Bangunan ini harus tetap dikenang, bagaimana pun ini adalah peninggalan dan salah satu bangunan bersejarah di Mojokerto,” pungkasnya. (awaludin ibnu)
Editor : Moch. Chariris