Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Pie Kuan Chen Dikenal Sakti, Berjuang Menegakkan Agama Islam dan Ditakuti Belanda

Moch. Chariris • Selasa, 19 Maret 2024 | 03:27 WIB

 

LELUHUR: Makam Pie Kuan Chen di kompleks Makam Pekuncen, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
LELUHUR: Makam Pie Kuan Chen di kompleks Makam Pekuncen, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

RADARMAJAPAHIT - Selain menaruh rasa penasaran tinggi, mereka mulai mengenal Pekuncen, sebagai satu di antara wilayah di Kota Mojokerto yang harus diwaspadai.

Disamping itu, semenjak peristiwa tersebut penduduk setempat dan prajurit kemerdekaan kala itu, semakin tak meragukan kesaktian Pie Kuan Chen.

KHARISMATIK: KH Chusaini Ilyas, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Mishbar, Karangnongko, Mojoranu, Sooko.
KHARISMATIK: KH Chusaini Ilyas, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Mishbar, Karangnongko, Mojoranu, Sooko.

Hingga akhirnya, nama Pie Kuan Chen pun masuk ke telinga kalangan kiai dan para pembabat desa.

Salah satunya adalah Mbah Kiai Husain.

Kiai yang pertama kali membuka (babat) Desa Karang Kedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto hingga Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon.

Dalam sejarah nasabnya, kata KH Chusaini Ilyas menerangkan, Mbah Kiai Husain adalah sosok kakek Kiai Chusaini sendiri.

Sebab, salah satu putra Mbah Kiai Husain tak lain adalah Mbah Ilyas (Karangnongko).

Ayah dari Kiai Chusaini Ilyas.

Sampai di suatu waktu, Kiai Husain dan Pie Kuan Chen dipertemukan oleh sejarah.

Dua sosok sama-sama dikarunia kemampuan lebih ini akhirnya memutuskan menjalani bahtera pernikahan.

Mereka dipertemukan oleh kesamaan memiliki visi-misi menegakkan agama Islam dan berjuang melawan penjajah di Mojokerto.

Berikutnya dikarunia putra-putri yang luar biasa.

"Makanya, saya ini sejatinya asli keturunan orang China," tambah Kiai Chusaini diiringi tawa canda.

Dari buah pernikahan keturunan Jawa-China ini, Mbah Kiai Husain-Pie Kuan Chen bukan saja dikarunia anak.

Namun, darah daging beliau berdua belakangan dikenal memiliki kelebihan dan keanehan beragam.

"Sampai akhirnya Pie Kuan Chen sedho (wafat). Beliau minta dimakamkan di sana (Pekuncen, Red)," jelas kiai kharismatik tersebut. (bersambung)

 

Editor : Moch. Chariris
#sejarah #Pekuncen #Kota Mojokerto