RADARMAJAPAHIT - Muhammad Djatmiko atau kerap dipanggil dengan sebutan Mbah Jat adalah sosok yang disegani karena ramah dan dermawan.
Makamnya berada di Dusun Bacem, Desa Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Di dalam area makam Mbah Djatmiko juga terdapat beberapa makam lainnya.
Yaitu, Makam Mbah Niti, Mbah Seto Aji, Mbah Putri Sarinah, Mbah Thoyip Seto, Mbah Sakinah, Mbah Kaminten, dan Mbah Nyai Solikhah.
Nur Wahid, 68, putra Mbah Djatmiko menuturkan, semasa hidup Mbah Djatmiko sendiri sosok pemuka agama di Desa Bening.
Mbah Djatmiko dikenal tokoh agama yang sederhana dan bekerja sebagai petani.
”Mbah Jat (Djatmiko, Red) cuma orang biasa, beliau dikenal sebagai seorang yang dermawan,” ungkap Nur Wahid.
Nur Wahid menjelaskan, bahwa Mbah Djatmiko diketahui masih keturunan dari Kerajaan Majapahit.
Silsilah Mbah Djatmiko mengarah ke Ki Ageng Tunggul Manik.
Ki Ageng Tunggul Manik ialah orang tua dari Raja Damarwulan.
Tak hanya dari itu Mbah Djatmiko adalah salah satu anggota dari Laskar Hizbullah.
”Tak banyak yang tahu Mbah Jat keturunan dari Kerajaan Majapahit,” tuturnya.
Peziarah di Makam Mbah Djatmiko tak hanya di datang dari Mojokerto Raya.
Namun, banyak peziarah yang datang dari luar Jawa.
Seperti Kalimantan, Sumatera, Banten, hingga Jakarta.
Memasuki kawasan makam ini juga tidak dipungut biaya.
”Asal tidak mempunyai niat buruk maka silakan datang dan berziarah,” pungkasNur Wahid. (annisa fadilah)
Editor : Moch. Chariris