Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ronda Prajurit Majapahit di Tengah Pelarian Ki Onggo Kusumo, Perahu dan Bende Mendadak Hilang

Moch. Chariris • Selasa, 12 Maret 2024 | 01:11 WIB

 

DIJAGA: Jupel Makam Suprayitno di depan Makam Ki Onggo Kusumo, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Majapahit)
DIJAGA: Jupel Makam Suprayitno di depan Makam Ki Onggo Kusumo, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Sudah jarang warga sekitar berkunjung di Makam Ki Onggo Kusumo di Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Kendati pun ada, belakangan pengunjung atau peziarah yang datang lebih banyak dari luar kota.

SEPI: Makam Ki Onggo Kusumo dan istri di Desa Bicak, Kecamatan Trowulan jarang didatangi peziarah. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Majapahit)
SEPI: Makam Ki Onggo Kusumo dan istri di Desa Bicak, Kecamatan Trowulan jarang didatangi peziarah. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Majapahit)

Juru pelihara makam Ki Onggo Kusomo, Suprayitno menuturkan, memang tidak ada kegiatan khusus di Makam Ki Onggo Kusumo ini.

Selain sebatas perawatan dan beberapa orang yang memilih berziarah di hari-hari tertentu.

Suprayitno menceritakan, Ki Onggo Kusomo dikenal sebagai tokoh yang mbabah (membuka) Desa Bicak.

Saat itu, di tengah pelarian dari Kerajaan Mataram Kuno, di zaman Majapahit, konon para prajurit Majapahit kerap melakukan ronda keliling wilayah.

”Sambil memukul bende (sejenis gong kecil) dan menaiki perahu,” kata Suprayitno.

Namun, di tengah perjalanan di kawasan Desa Bicak, bende dan perahunya mendadak lenyap.

Tetapi, di tengah banyak prajurit yang mencari bende itu, secara tidak sadar bende diinjak-injak.

”Dari situlah awal mula penamaan Desa Bicak ini,” tandasnya.

 

 

Editor : Moch. Chariris
#majapahit #trowulan #mataram kuno