RADARMAJAPAHIT - Tidak ada manusia yang dilahirkan tanpa memberikan manfaat dan meninggalkan cerita.
Tak terkecuali bagi para pendahulu.
Baik di zaman penjajahan maupun di masa Kerajaan Mataram Kuno.
Kerajaan Mataram Kuno adalah keraajan bercorak Hindu-Buddha di pedalaman Jawa Tengah.
Banyak kerabat atau masyarakat Kerajaan Mataram yang memilih berpindah atau keluar area kerajaan.
Mereka lantas berkelana dan menyebar ke berbagai daerah di Nusantara.
Salah satunya Ki Onggo Kusumo dan istrinya. Mereka memutuskan pergi ke kawasan Kerajaan Majapahit.
Tepatnya, berada di Dusun/Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, KabupatenMojokerto.
Ki Onggo Kusumo disebut-sebut masih kerabat dengan raja Mataram Kuno.
”Akhirnya dia membuat pondok (tempat tinggal) yang menjadi cikal bakal desa ini (Desa Bicak, Kecamatan Trowulan),” ujar Suprayitno, juru pelihara makam Ki Onggo Kusumo, Senin(11/3).
Dia menuturkan, meki Ki Onggo Kusumo dan istri sudah keluar dari Kerajaan Mataram Kuno, tetapi anak buahnya tetap mengikuti dan mencari keberadaannya.
Dua anak buah tersebut masing-masing Mbah Samiaji dan Mbah Sumo.
Tidak hanya mencari Ki Onggo Kusumo, mereka pun turut menetap di Majapahit dan membuka perkampungan yang diberi nama Pesanan.
Sekarang disebut sebagai Dusun Pesanan, Desa Bicak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
”Sebenarnya di sini terdapat makam kuno sekitar lima puluh pusara, tapi hanya sisa dua ini (Ki Onggo Kusumo dan istri),” imbuh Suprayitno.
Penyebab banyak makam yang hilang, lanjut dia, dimungkinkan karena telah tertimbun tanah.
”Sudah tidak ada lagi warga. Tidak ada yang ingat itu makam siapa dan bagaimana kisahnya,” paparnya. (awaludin ibnu)
Editor : Moch. Chariris