Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sejarah Ki Demang, Warga Keraton Majapahit, Melarikan Diri saat Perang Paregreg

Moch. Chariris • Sabtu, 9 Maret 2024 | 06:13 WIB

 

HENING: Suasana Makam Mbah Ki Demang Jalan Jayanegara, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Majapahit)
HENING: Suasana Makam Mbah Ki Demang Jalan Jayanegara, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit adalah Kerajaan Hindu Buddha terbesar di Nusatara yang berdiri pada tahun 1293-1527 Masehi.

Majapahit mengalami masa kejayaan di tahun 1320-1389 pada era kepemimpinan Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada.

 

DIKERAMATKAN: Pusara Mbah Ki Demang berada di tengah makam, terdapat kendi, dupa, dan bata kuno peninggalan Majapahit. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Majapahit)
DIKERAMATKAN: Pusara Mbah Ki Demang berada di tengah makam, terdapat kendi, dupa, dan bata kuno peninggalan Majapahit. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Majapahit)

Majapahit mengalami kemunduran pasca Hayam Wuruk wafat dan digantikan menantunya, Wikramawardhana.

Pada masa kepemimpinan Wikramawardhana terjadi pertemuran paregreg pada tahun 1404-1406.

Ketika meledaknya perang paregreg, salah satu warga keraton yang hendak melarikan diri ke arah Gresik, yaitu Ki Demang.

Ki Demang sendiri adalah warga keraton sekaligus salah satu orang yang terlibat dalam kepemerintahan Majapahit era Brawijaya V atau Hayam Wuruk.

Ki Demang berhasil kabur dengan menunggangi kuda sebelum akhirnya diserang musuh saat berada di daerah Mojokerto.

”Dulu Mbah Demang saat perang paragreg kabur menggunakan kuda ke arah Mojokerto, sebelum di serang musuh saat di daerah embong tekuk (tugu UKS Jalan Jayanegara) dekat sini,” ujar Sariman, juru pelihara, Jumat (8/3).

 Baca Juga: Lestarikan Sejarah Majapahit, Pria Ini Sulap Limbah Kayu Jadi Kapal Pinisi Berkarakter Majapahitan

Setelah Ki Demang terluka, beliau dirawat di daerah yang sekarang dikenal dengan nama Jalan Jayanegara, Desa Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, sebelum akhirnya wafat.

Pada area tersebut terdapat tiga punden.

Salah satunya yang berada di tengah yang tak lain adalah Ki Demang.

”Memang benar ada tiga punden, tapi yang ada jenazahnya hanya dua. Ada jenazah Ki Demang dan korban bunuh diri.

Satunya punya orang Probolinggo entah apa tujuannya bikin seperti ini (punden),” papar Sariman.

Seperti makam tua pada umunya.

Tak jarang ada orang-orang tertentu melakukan ritual tertentu.

Ada yang membawa dupa, menyan, kembang dan sajen.

Pada area makam terdapat tiga bangunan.

Meliputi pendapa makam, musala, dan ruangan juru pelihara.

”Pendapa dan musala baru berdiri sekitar sepuluh tahun, dan pendapanya baru dipugar,” pungkasnya. (awaludin ibnu)

Editor : Moch. Chariris
#majapahit #Keraton #Ki Demang