Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Penasihat Agung Majapahit, Ki Ageng Resi Mayangkoro, Dimakamkan di Modopuro, Mojosari

Moch. Chariris • Sabtu, 9 Maret 2024 | 06:05 WIB
TERAWAT: Peziarah di Petilasan Ki Ageng Resi Mayangkoro di Dusun/Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (foto: Laila Ramadan for Radar Mojokerto)
TERAWAT: Peziarah di Petilasan Ki Ageng Resi Mayangkoro di Dusun/Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (foto: Laila Ramadan for Radar Mojokerto)

RADARMAJAPAHIT - Masa kejayaan Kerajaan Majapahit tak lepas dari tujuh penasihat agung.

Salah satunya Ki Ageng Resi Mayangkoro. Petilasan Ki Ageng Resi Mayangkoro berada di Dusun/Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

DIKELILINGI PAGAR: Sumur yang disakralkan oleh masyarakat setempat di Dusun/Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nadya Azzahra for Radar Mojokerto).
DIKELILINGI PAGAR: Sumur yang disakralkan oleh masyarakat setempat di Dusun/Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nadya Azzahra for Radar Mojokerto).

Selain itu, ia merupakan seorang yang mbabah Desa Modopuro.

Suwarno, 58, warga sekitar mengungkapkan Ki Ageng Resi Mayangkoro merupakan resi pada masa Kerajaan Majapahit di abad ke-16, saat pemerintahan Raja Raden Wijaya.

Sebelum menjadi resi di Kerajaan Majapahit, Ki Ageng Mayangkoro sempat berpindah- pindah tempat (nomaden).

Usai menjalankan tugasnya sebagai penasihat Kerajaan Majapahit, Ki Ageng Resi Mayangkoro memilih Desa Modopuro untuk bermukim hingga ia wafat.

Pada tahun 2002, warga sekitar menemukan makam Ki Ageng Resi Mayangkoro di Pemakaman Umum Desa Modopuro.

Di sekitar kawasan makam tersebut, terdapat beberapa makam yang disakralkan masyarakat.

Seperti makam prajurit Kerajaan Majapahit dan sesepuh Desa Modopuro.

”Petilasan Ki Ageng Resi Mayangkoro dahulu ditemukan hanya berupa makam yang dikelilingi batu bata kuno, lalu dibangun pendapa tahun 2002,” ungkap Suwarno, Senin (4/3).

Di bagian depan area pendapa makam, terdapat sumur dengan kedalaman 5 meter yang disakralkan masyarakat setempat.

Air sumur tersebut dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan.

Saat ini, sumur tersebut telah ditutup karena dianggap membahayakan anak kecil di sekitar area pemukiman warga.

Meskipun telah ditutup, sumur tersebut menjadi sumber mata air di musala dekat pendapa Makam Ki Ageng Resi Mayangkoro.

Pengunjung yang berziarah ke petilasan Ki Ageng Resi Mayangkoro berasal dari berbagai daerah.

Seperti Mojokerto, Malang, Surabaya hingga Tuban. ” Para peziarah biasanya datang ke makam untuk berziarah pada Malam Jumat legi,” pungkasnya. (laila ramadani)

Editor : Moch. Chariris
#majapahit #penasihat #kerajaan