Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sejarah Keturunan Majapahit, Raden Adipati Arya Kromodjoyo Adinegoro III, Bupati Mojokerto Terlama

Moch. Chariris • Jumat, 8 Maret 2024 | 04:49 WIB
Raden Aersadan  Kromodjoyo Adinegoro menjabat sebagai Bupati Mojokerto selama 30 tahun, terhitung sejak tahun 1863 hingga 1894. (foto: dok keluarga Raden Aersadan  Kromodjoyo Adinegoro)
Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro menjabat sebagai Bupati Mojokerto selama 30 tahun, terhitung sejak tahun 1863 hingga 1894. (foto: dok keluarga Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro)

RADARMAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit menjadi pusat pemerintahan yang tersohor di Nusantara. Tak ayal, jika banyak kerajaan yang tunduk pada pemerintahannya.

Salah satunya, Bupati Mojokerto Raden Adipati Arya (RAA) Kromodjoyo Adinegoro III, tak lain keturunan dari Raja Brawijaya.

DISEGANI: RAA Kromodjoyo Adinegoro III atau Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro, selama masa hidupnya mempunyai banyak jasa untuk Mojokerto. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit).
DISEGANI: RAA Kromodjoyo Adinegoro III atau Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro, selama masa hidupnya mempunyai banyak jasa untuk Mojokerto. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit).

RAA Kromodjoyo Adinegoro III atau Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro merupakan putra dari Raden Bagus Anom Kromodjoyo dan Raden Ayu Warinah.

Raden Aersadan  Kromodjoyo Adinegoro menjabat sebagai Bupati Mojokerto selama 30 tahun.

Terhitung sejak tahun 1863 hingga 1894.

Sebelum menjadi bupati Mojokerto, ia pernah menjabat sebagai bupati Lamongan selama dua tahun (1863-1866).

Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro dimakamkan di Pesarean Sentono Asri Kromodjayan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Dekat area pemakaman Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro terdapat makam kedua istrinya.

Masing-masing Raden Ayu Ngaisah dan Raden Ayu Marmisah.

Di sisi barat makam Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro terdapat makam ibunya, Raden Ayu Warinah dan makam pusaka miliknya.

”Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro merupakan Bupati ke-V di Mojokerto, dan menjadi bupati Mojokerto terlama, saat era penjajahan kolonial Belanda,” ujar Cici Utari, juru pelihara Makam Kromodjajan Kanoman, Rabu (7/3).

Saat masa pemerintahannya, Raden Aesadan Kromodjoyo Adinegoro banyak berkecimpung dalam pembangunan Mojokerto.

Seperti pembangunan masjid, pembangunan bendungan, dan pembangunan makam umum dengan meggunakan uang pribadi miliknya.

Ada Beberapa Peninggalan Raden Aesadan Kromodjoyo Adinegoro yang dapat dinikmati hingga saat ini.

Di antaranya Masjid Agung Al-Fattah di Alun-Alun Kota Mojokerto, dan makam Panjang di Desa Losari, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

”Termasuk Bendungan Rolak Songo,” tambah wanita 46 tahun.

Cici menambahkan, Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro merupakan tokoh yang sangat religius dan dekat dengan para ulama.

Bukti sejarah masa kejayaan RAA Kromodjoyo Adinegoro III lebih banyak untuk mendirikan masjid.

Peziarah yang datang ke Makam Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro, selain dari keluarga, juga berasal dari berbagai daerah.

Seperti Sidoarjo, Surabaya hingga Situbondo.

”Biasanya, peziarah datang ke Makam Raden Aersadan Kromodjoyo Adinegoro saat menjelang Ramadan.

”Orang yang berziarah ke Makam Raden Aesadan, datangnya tidak menentu. Terkadang ada yang siang atau malam hari,” pungkasnya. (zukria amelia)

Editor : Moch. Chariris
#mojokerto #majapahit #bupati