Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Kiai Masyhuri, Gedeg, Ulama Kharismatik Yang Disegani dan Memiliki Keahlian Spiritual Tinggi

Moch. Chariris • Rabu, 6 Maret 2024 | 04:42 WIB
ULAMA: Peziarah memandang foto Kiai Masyhuri berukuran besar. Semasa hidup Kiai Masyhuri dikenal seorang tokoh agama yang disegani masyarakat sekitar. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit).
ULAMA: Peziarah memandang foto Kiai Masyhuri berukuran besar. Semasa hidup Kiai Masyhuri dikenal seorang tokoh agama yang disegani masyarakat sekitar. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit).

RADARMAJAPAHIT - Dusun Gedeg Kulon, Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto menyimpan sejarah makam tokoh pemuka agama.

Tokoh termasyhur di desa setempat adalah KH Masyhuri.

BERZIARAH: Peziarah mengamati Makam Kiai Masyhuri di Dusun Gedeg Kulon, Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)
BERZIARAH: Peziarah mengamati Makam Kiai Masyhuri di Dusun Gedeg Kulon, Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. (foto: Bryan Noer for Radar Majapahit)

Semasa hidupnya dia dikenal memiliki keahlian spiritual tinggi dan disegani

Imam Kholik, 66, juru pelihara, mengungkapkan Kiai Masyhuri merupakan salah satu tokoh pemuka agama yang sangat berpengaruh di daerah tersebut.

Mbah Kiai Masyhuri terkenal karena memiliki tingkat keilmuan spiritual yang tinggi.

"Semasa hidupnya, Kiai Masyhuri merupakan orang yang memiliki karismatik dan kekuatan yang tinggi. Sehingga mbah kiai sangat disegani banyak kalangan dari berbagai daerah," ujar Kholik, Selasa (5/3).

Ilmu yang dimiliki mampu membuat orang-orang dahulu percaya kepada Kiai Masyhuri.

Seperti dapat memprediksi hal yang akan terjadi di kemudian hari atau makrifat.

"Dulu, Mbah Kiai memiliki banyak santri yang datang ke sini untuk belajar ilmu keagamaan. Tak ayal, banyak juga orang yang datang ke Kiai Masyhuri hanya untuk menayakan perihal urusan pribadi, " tuturnya.

Kiai Masyhuri wafat pada tahun 1965. Warga sepakat untuk memakamkan di belakang musala yang dibangun Kiai Masyhuri.

Hal tersebut, dilakukan sekaligus sebagai bentuk menghormati dan menjaga makam tokoh ulama yang penting di desa tersebut. 

Selama 11 tahun menjadi juru pelihara Kholik mengaku peziarah yang datang ke Makam Kiai Masyhuri banyak dari luar Kota Mojokerto.

Mulai dari Surabaya hingga Semarang. Ziarah makam rutin dilakukan saat Malam Jumat Legi.

"Peziarah datang untuk berdoa ke makam mbah kiai tidak menentu waktunya,” kata Kholik.

Tak jarang ada yang malam hari bahkan saat pagi hari.

”Tetapi kebanyakan orang yang berziarah ke Makam Kiai Masyhuri waktu malam hari," tambah Kholik.

Kendati demikian, masyarakat sekitar, termasuk para kaum muda juga banyak yang berziarah ke Makam Mbah Kiai Masyhuri.

Tradisi ini menunjukkan bahwa masyarakat dan remaja di lingkungan sekitar masih menghormati tokoh ulama di desa tersebut.

"Malam Nisfu Syakban banyak yang berziarah ke sini, terutama masyarakat sekitar dan remaja juga ikut berziarah ke Makam Kiai Masyhuri," pungkasnya. (zukria amelia)

Editor : Moch. Chariris
#islam #tokoh agama #spiritual