Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Raden Ayu Siti Fatimah, Ratu Sinden Tersohor di Era Kerajaan Majapahit, Dimakamkam di Pungging

Moch. Chariris • Senin, 4 Maret 2024 | 22:42 WIB
TERJAGA: Kompleks pemakaman keluarga dan kerabat Raden Ayu di Dusun/Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)
TERJAGA: Kompleks pemakaman keluarga dan kerabat Raden Ayu di Dusun/Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT – Dusun/Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto menyimpan sebuah sejarah makam punden yang diyakini sebagai areal makam kerabat Majapahit.

Makam Mbah Raden Ayu Siti Fatimah, salah satu tokoh kerabat kerajaan yang berjasa membuka Desa Balongmasin.

TAK BIASA: Warga melihat kondisi kompleks Makam Mbah Raden Ayu di Dusun/Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)
TAK BIASA: Warga melihat kondisi kompleks Makam Mbah Raden Ayu di Dusun/Desa Balongmasin, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. (foto: Moch. Khasib for Radar Majapahit)

Suprapto, sesepuh desa setempat mengungkapkan, di masa lampau, Desa Balongmasin merupakan sebuah hutan belantara yang kerap dilewati tokoh berpengaruh era Majapahit.

Salah satunya, Raden Ayu bersama rombongan. 

”Raden Ayu dan rombonganya mbabah alas tempat ini untuk dijadikan persinggahannya,” ujar pria 94 tahun ini, Minggu (18/2).

Selain itu, di kompleks tersebut terdapat sejumlah makam yang juga diyakini sebagai keluarga hingga kerabat Mbah Raden Ayu.

Di antaranya, Raden Ayu, Siti Ningrum, Siti Khadijah, Siti Sunda Ayu, Jaka Restu dan Mbah Sumo. 

Warga umum kerap menyebut nama Mbah Sumo dengan sebutan Syekh Mujiono.

”Di kompleks pemakaman terdiri dari Makam Raden Ayu, Syekh Mujiono dan sejumlah kerabatnya,” paparnya. 

Suprapto menuturkan, menurut cerita turun-temurun Raden Ayu dikenal sebagai Ratu Sinden pada masa Majapahit.

Hal tersebut beliau diyakini memiliki keahlian di bidang kesenian sinden.

”Pendahulu saya pernah bercerita, Mbah Raden Ayu dijuluki sebagai Ratu Sinden karena kemampuan sindennya yang luar biasa,” tuturnya.

Di areal makam terdapat sebuah pohon juwet berukuran besar yang menambah kesan teduh.

Belakangan, makam Mbah Raden Ayu telah direnovasi pada tahun 2022 silam.

Kini, telah dibangunkan cungkup di sejumlah makam.

Serta, patung Punokawan di gerbang masuk dan pendapa untuk peziarah yang ingin berkunjung.

”Pembangunan pendapa dan renovasi di makam tersebut dibantu karang taruna desa. Renovasi di kompleks pemakaman sebagai bukti penghormatan jasa Mbah Ayu,” imbuhnya.

Pendapa di Makam Raden Ayu kerap difungsikan warga setempat sebagai tempat pelaksanaan serangkaian acara ruwatan desa. 

Tak jarang Makam Raden Ayu dikunjungi peziarah dari Mojokerto, Sidoarjo, Lamongan, dan Gresik.

”Biasanya warga desa menggelar pengajian istighotsah rutin setiap Malam Jumat Legi,” pungkasnya. (moch. khasib)

Editor : Moch. Chariris
#majapahit #ratu #sinden