Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Tugu Gumeng, Mengenang Perjuangan Tentara Indonesia Melawan Belanda di Lereng Pegunungan Anjasmoro

Moch. Chariris • Rabu, 21 Februari 2024 | 05:04 WIB
PRASATI: Nama tentara yang gugur pada peperangan tertera di bagian depan Tugu Gumeng, di Dusun/Desa Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Mojokerto)
PRASATI: Nama tentara yang gugur pada peperangan tertera di bagian depan Tugu Gumeng, di Dusun/Desa Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Mojokerto)

RADARMOJOKERTO - Tugu Gumeng atau Tugu Peluru ini berada di Dusun/Desa Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Nilai histori tak luput dari pembangunan monumen itu. Tugu tersebut dibangun sebagai penanda bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) pernah berperang melawan Belanda pada tahun 1948.

MENGENANG: Tugu Gumeng atau Tugu Peluru berbentuk menyerupai peluru di Dusun/Desa Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Mojokerto)
MENGENANG: Tugu Gumeng atau Tugu Peluru berbentuk menyerupai peluru di Dusun/Desa Gumeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. (foto: Awaludin Ibnu for Radar Mojokerto)

Peperangan tersebut dipimpin Kapten Sunaryo.

Letak tugu yang berada di tengah pemukiman warga. Monumen Tugu Peluru memiki beberapa bagian, yaitu pondasi, badan, dan ujung tugu.

”Dulu Kapten Soenaryo ditunjuk menjadi komandan kompi untuk membantu pertahanan di sektor barat (daerah Gondang),” ujar Warsini, warga setempat, Selasa (20/2).

Pondasi berbentuk segi empat terbuat dari batu bata merah, semen, dan pasir.

Untuk badan juga terbuat dari batu bata merah.

Sedangkan ujung tugu berbentuk menyerupai peluru. Di depan monumen juga terdapat patung topi baja berdiameter sekitar 40 centimeter (cm).

"Untuk pembiayaan kita swadaya warga dan sisanya di bantu Bupati Achmad Basuni.

Tugu Gumeng ini di resmikan beliau pada tahun 1972," paparnya.

Monumen Tugu Peluru berada di kawasan geografis yang cukup unik.  

Pasalnya, tugu ini terletak di kaki Puthuk Kencur atau Pegunungan Anjasmoro.

Tercantum pula nama-nama anggota Batalyon 35 Gajah Mada 516 yang gugur dalam berperang melawan Belanda pada tanggal 31 Desember 1948.

Monumen ini memiliki ketinggian 7 meter dan berdiameter 50 cm. Selain itu, monumen tersebut menyimpan prasasti bertuliskan ”Di sini pernah terdjadi pertempuran melawan pendjadah Belanda di bawah pimpinan dan Ki Soenarjo almarhum. Kapt: dari Jon. Bambang Joewono pada bulan Desember 1949".

”Pada saat itu, musuh mengetahui rencana tantara Indonesia.

Tentara yang bersembunyi di semak-semak daerah sini (Desa Dumeng) ditembak oleh Belanda dari atas helikopter.

Hal tersebut menyebabkan tantara Indonesia meninggal semua,” jelasnya.

Beberapa lambang tertentu terpampang jelas di badan monumen.

Seperti peluru, melambangkan senjata yang digunakan waktu itu.

Topi baja, melambangkan alat pelindung kepala yang dapat menyelamatkan jiwa manusia atau melambangkan adanya pahlawan yang gugur di tempat tersebut.

”Monumen Tugu Gumeng dibangun dengan tujuan pendidikan, agar generasi selanjutnya dapat mencontoh usaha para pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan hingga darah penghabisan,” pungkasnya. (awaludin ibnu)

 

Editor : Moch. Chariris
#gondang #belanda #Tugu