Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Sendang Sukowangi, Sidorejo, Diyakini Sebagai Tempat Persinggahan Leluhur di Kecamatan Jetis

Moch. Chariris • Selasa, 20 Februari 2024 | 05:17 WIB
PELESTARIAN: Pembangunan pada Sendang Sukowangi di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto bertujuan menjaga kenyamanan warga umum. (foto: dok Kukuh Santoso for Radar Mojokerto)
PELESTARIAN: Pembangunan pada Sendang Sukowangi di Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto bertujuan menjaga kenyamanan warga umum. (foto: dok Kukuh Santoso for Radar Mojokerto)

RADARMAJAPAHIT – Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto menyimpan tempat wisata religi berada di tengah desa.

Salah satunya, Sendang Sukowangi. Situs sumber mata air ini diyakini sebagai tempat peristirahatan para leluhur atau sesepuh yang mbabah desa.

SAKRAL: Sendang Sukowangi di Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto merupakan pepunden yang dijaga hingga masyarakat hingga kini. (foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto).
SAKRAL: Sendang Sukowangi di Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto merupakan pepunden yang dijaga hingga masyarakat hingga kini. (foto: Bryan Noer for Radar Mojokerto).

Kepala Desa Sidorejo Kukuh Santoso, mengungkapkan, nama Sukowangi berasal dari pohon yang beraroma wangi.

Serta diyakini bahwa leluhur tersebut juga memiliki nama serupa.

Hal tersebut, berkaitan dengan asal mula nama sendang ini dikenal.

Mata air di Sendang Sukowangi tersebut bersumber dari sumur gede. Hingga kini, aliran mata airnya masih mengalir di sumur milik warga.

”Air yang berada di Sendang Sukowangi, berkesinambungan dengan sumur gede. Karena dulunya merupakan sumber  mata air terbesar di Desa Sidorejo,” ujar pria 57 tahun ini, Senin (19/2).

Di sisi utara terdapat sebuah pohon trenggulun yang menjadi pusat sejumlah khalayak umum untuk menaruh sesaji sebagai penghormatan kepada leluhur.

Di sisi timur terdapat sebuah pendapa yang difungsikan warga sebagai tempat tasyakuran.

Seperti, tumpengan setiap malam Jumat Legi, serangkaian upacara adat, dan syukuran sebelum pembangunan rumah.

”Dulu, tempat ini digunakan untuk beristirahatnya para leluhur yang mbabah alas. Di areal tempat tersebut, terdapat empat pohon. Namun, sekarang hanya menyisakan satu pohon saja,” imbuhnya.

Kukuh Santoso menjelaskan, Sendang Sukowangi ini diperkirakan sudah ada sejak setengah abad silam atau 50 tahun lalu.

”Sendang Sukowangi ini dulunya hanya genangan air yang tidak terawat.

Kemudian kami dan warga desa merenovasi tempat itu supaya layak difungsikan sebagai acara tasyakuran desa,” tandasnya.

Sendang Sukowangi ini kerap dibersihkan setiap menjelang ramadan.

Diketahui warga setempat menggelar sedekah desa tumpengan sebelum membersihkan Sendang Sukowangi. (zukria amelia/bryan noer )

Editor : Moch. Chariris
#Sendang #leluhur #jetis