Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Ki Ageng Resi Barat Wojo, Dikenal Sebagai Tokoh Penasihat Ahli Bidang Intelijen Kerajaan Majapahit

Moch. Chariris • Selasa, 20 Februari 2024 | 04:56 WIB
PENINGGALAN: Batu peninggalan yang berada di pintu area makam utama di Dusun Kwarengan, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)
PENINGGALAN: Batu peninggalan yang berada di pintu area makam utama di Dusun Kwarengan, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Kejayaan Kerajaan Majapahit tak lepas dari jasa para tokoh yang turut serta dalam pemerintahan.

Salah satunya, Ki Ageng Resi Barat Wojo yang merupakan salah satu dari tujuh resi utama dalam Kerajaan Majapahit.

BERSEJARAH: Jupel Satuwi menceritakan sejarah makam Ki Ageng Resi Barat Wojo kepada pengunjung di Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)
BERSEJARAH: Jupel Satuwi menceritakan sejarah makam Ki Ageng Resi Barat Wojo kepada pengunjung di Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nadya Azzahra for Radar Majapahit)

Makam Ki Ageng Resi Barat Wojo ada di Dusun Kwarengan, Desa Menanggal, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Makam yang berada di dekat pemukiman warga. Dulunya, merupakan punden desa yang dinamai punden Mbah Hyang.

Punden yang berada di Kwarengan Ploso Binangun ini sebenarnya adalah punden keresihan.

”Dulunya disebut punden Mbah Hyang. Saat ini disebut punden keresihan Ki Ageng Resi Barat Wojo yang diyakini adalah tokoh yang mbabah desa ini,” kata Satuwi, juru pelihara makam Ki Ageng Resi Barat Wojo, Senin (19/2).

Berdasarkan dari kitab Pararaton, Ki Ageng Resi Barat Wojo merupakan salah satu resi atau penasihat Kerajaan Majapahit.

Dia merupakan penasihat Majapahit pada abad ke-14 yang ahli dalam bidang tata negara, ketahanan budaya dan telik sandhi atau bidang intelijen.

Ki Ageng Resi Barat Wojo menjadi resi pada masa keemasan Kerajaan Majapahit hingga runtuhnya Majapahit.

”Ki Ageng Resi Barat Wojo memang merupakan salah satu dari tujuh resi utama Kerajaan Majapahit era Raja Raden Wijaya dan termasuk mahaguru dari raja dan patih kerajaan,” tambahnya.

Satuwi menuturkan, pada awal ditemukan sudah berupa makam.

Dalam area ini terdapat beberapa makam yang juga disakralkan.

Pada area utama terdapat dua makam, yakni makam Ki Ageng Resi Barat Wojo dan makam yang diklaim warga adalah Tribuana Tungga Dewi.

Sedangkan yang berada di area luar diyakini merupakan makam tumenggung atau prajurit Kerajaan Majapahit yang belum diketahui identitasnya.

”Dalam area ini ada dua makam. Yang pertama makam Ki Ageng Resi Barat Wojo dan makam Tribuana Tungga Dewi. Letak kedua makam ini lebih tinggi dari makam yang berada di area lainnya,” tuturnya.

Satuwi menambahkan terdapat pula temuan batu andesit yang saat ini diletakkan di bagian pintu masuk makam utama.

Ada pula patung pancuran yang merupakan patung titipan bukan patung temuan asli.

”Batu yang ada pada bagian pintu masuk makam ini batu asli dari awal ditemukannya tempat ini,” tambahnya.

Memasuki area gapura masuk, pengunjung langsung dapat melihat cungkup yang merupakan area makam luar.

Terdapat pula pendapa yang dibangun tepat di pintu masuk area makam utama. Pendapa tersebut digunakan sebagai tempat tamu dan beristirahat.

Pada area makam Ki Ageng Resi Barat Wojo ditemukan pula sumber mata air.

Kini sumbernya disedot menggunakan pompa air dan dialirkan ke keran air. Banyak yang meyakini bahwa airnya memiliki manfaat bagi kesehatan.

”Sekarang sumber airnya sudah ditimbun tetapi airnya di sedot dengan pompa air. Beberapa pengunjung yang kesini juga mengambil air tersebut,” katanya.

Area makam dulunya hanya bangunan sederhana. Namun, pada tahun 2012 dilakukan renovasi.

Pengunjung yang datang dari berbagai wilayah. Seperti, Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Surabaya, Malang, Pasuruan, Banyuwangi hingga Bali.

”Di sini ada kegiatan rutin yang dilakukan setiap Jumat Pon, seperti istigasah,” pungkasnya. (nadya azzahra)

 

Editor : Moch. Chariris
#mojosari #makam #majapahit