RADARMAJAPAHIT - Sumber mata air di kawasan Makam Mbah Buyut di Dusun/Desa Kaligoro, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto dinilai menyimpan khasiat bagi kesehatan.
Nama Mbah Buyut sendiri diambil dari nama makam yang diyakini warga setempat sebagai tokoh yang berjasa dalam membangun desa.
Di area ini terdapat empat makam. Namun, di batu nisannya tidak tertera nama.
Masyarakat menyebut area makam ini hanya dengan sebutan Mbah Buyut atau orang tertua di Desa Kaligoro.
”Orang sini menyebut makam-makam dengan sebutan Mbah Buyut, belum dapat dipastikan identitas dari keempat makam yang ada. Masyarakat percaya mereka yang mbabah desa,” kata Kusnanto, Juru Kunci Makam Mbah Buyut, Jumat (16/2).
Kusnanto menjelaskan, makam Mbah Buyut sudah lama ditemukan.
Dari cerita yang berkembang makam ini merupakan peninggalan dari era sebelum Kerajaan Majapahit. Sedangkan sumber mata air baru ditemukan pada tahun 2018.
”Dulu awalnya tidak ada sumber mata airnya, hanya berupa gundukan tanah, tetapi kemudian digali warga dan ditemukan mata air,” ungkapnya.
Sumber mata air ini memiliki kedalaman 4 meter. Berada dalam ruangan yang dibangun khusus.
Pria 51 tahun itu menambahkan, proses penggalian yang dilakukan cukup sulit, karena dalam gundukan tanah tersebut berupa bebatuan.
”Proses penggalian sumber air mata air ini sekitar satu minggu, sekarang dibangun ruangan tertutup demi alasan keselamatan, karena mata air ini cukup dalam,” tuturnya.
Sumber air ini jernih dan terjaga kemurniannya. Terdapat pula kamar mandi yang bangun bagi para pengunjung yang ingin mandi.
Airnya tidak pernah surut. Bahkan, saat masuk musim kemarau sekalipun. Masyarakat meyakini air ini memiliki khasiat bagi kesehatan.
”Menurut keyakinan beberapa pengunjung yang datang, saat pagi, hari suhu airnya dingin. Sedangkan kalau malam hari suhu air menjadi hangat,” imbuhnya.
Terdapat pancuran yang digunakan untuk air minum. Banyak dari pengunjung mengambil air untuk dibawa pulang.
”Memang banyak pengunjung yang datang dengan tujuan tertentu, mereka meyakini air sumber airnya bermanfaat bagi kesehatan,” ujarnya.
Tempatnya yang berada di tengah kebun bambu membuat suasana makam menjadi asri. Pengunjung yang datang ke Sumber Mbah Buyut Kaligoro datang dari berbagai daerah.
Seperti dari Mojokerto, Jombang, Surabaya hingga luar pulau. Meliputi, Bali, Kalimantan, Sumatera hingga Papua.
”Pengunjung datang dari berbagai wilayah. Kalau hari Kamis Kliwon ada acara yang digelar secara rutin, seperti pengajian,” tandasnya. (nadya azzahra)
Editor : Moch. Chariris