RADARMAJAPAHIT - Di Dusun Sumberame, Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, terdapat sebuah kompleks pemakaman yang diyakini sebagai makam dari tumenggung Kerajaan Majapahit.
Lokasinya berada tepat di depan makam umum Desa Sumberwono. Area ini dulunya merupakan hutan jati yang ditumbuhi semak belukar.
Oleh warga setempat kemudian dibersihkan dan menemukan sejumlah makam.
”Dulu awal ditemukan masih berupa hutan jati, dan terdapat gundukan tanah,” ungkap Supardi, 49, warga sekitar kompleks pemakaman, Kamis (15/2).
Terdapat tiga makam utama diyakini merupakan makam dari Tumenggung Kerajaan Majapahit.
Saat memasuki gapura pintu masuk, peziarah langsung disambut oleh makam dari Tumenggung Prawiro Sakti.
Dalam area makam ini terdapat dua pohon yang dikeramatkan dan tiga makam lainnya yang tidak diketahui identitasnya.
”Tumenggung Prawiro Sakti diyakini memiliki tugas sebagai penjaga keamanan pada area benteng di era Kerajaan Majapahit,” tuturnya.
Makam kedua yang berada di area tengah kompleks merupakan makam dari Mbah Wali Penadaran.
Makam ini, memiliki bangunan yang berbeda dari pada makam lainnya. Pasalnya, makam Mbah Wali Penadaran berada dalam sebuah ruangan khusus yang terbuat dari papan kayu.
Sedangkan makam yang lain hanya dibangunkan pagar di sekelilingnya.
Makam ketiga merupakan makam dari Tumenggung Prawiro Seno, berada di belakang area kompleks pemakaman.
Pada area tersebut terdapat enam makam lainnya yang belum diketahui identitasnya. Selain itu, terdapat pohon kecacil besar berada tepat di tengah area makam.
Terdapat pula, temuan relief batu andesit dan batu bata merah kuno.
”Dari ketiga Makam Tumenggung dalam kompleks pemakaman ini, yang tertua adalah makam dari Tumenggung Prawiro Seno,” jelasnya.
Selain ketiga Makam Tumenggung, di area kompleks pemakaman ini terdapat puluhan makam diyakini sebagai prajurit era Kerajaan Majapahit.
Lokasi makam para prajurit tersebar di area tersebut.
Di samping Makam Mbah Wali Penadaran dibangun ruangan khusus untuk bersemadi.
Senari, warga sekitar mengungkapkan, kompleks pemakaman tumenggung kerap dikunjungi dari berbagai wilayah.
Seperti, Mojokerto, Surabaya, Banyuwangi, hingga Sumatera. Kompleks pemakaman Tumenggung ini menyediakan sejumlah fasilitas untuk para peziarah.
Seperti, dua pendapa, toilet, musala, serta area parkir yang luas.
”Terdapat juga datang dengan tujuan untuk melakukan sejumlah ritual,” tandas Senari. (putri fadiyah)
Editor : Moch. Chariris