RADARMAJAPAHIT – Banyak peninggalan bersejarah era Kerajaan Majapahit yang tersebar di Kabupaten Mojokerto.
Salah satunya, makam prajurit Kerajaan Mataram di Dusun Keniten, Desa Puloniti, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Makam ini ditemukan adanya sejumlah batu nisan bercorak kuno yang dikelilingi batu umpak andesit.
Jalil, Juru Pelihara Makam Prajurit Kerajaan Mataram menjelaskan, awal ditemukanya terdapat sejumlah makam, pohon Asam Jawa.
Di belakang makam ada sebuah gundukan tanah dikelilingi sejumlah umpak batu andesit.
”Dulu ada tanah putuk yang dikelilingi batu umpak di sisi makam. Kemudian, gundukan tanah tersebut digali bertujuan memastikan adanya benda bersejarah yang terkubur,” ujar pria 70 tahun ini, Sabtu (10/2)
Dia mengungkapkan, di makam tersebut terdiri dari makam prajurit Mataram dan gabungan prajurit Majapahit.
Di sisi ujung barat hingga timur terdapat makam para tokoh prajurit Mataram. Di antaranya, Makam Raden Sukmo Wijoyo Mataram, Mbah Salim Wiro Hadi Kusumo Mataram, Mbah Sabto Aji Demak, Eyan Mbah Salim Wiro Hadi Kusumo Mataram, Mbah Sabto Aji Demak, Eyang Aryo Winoto Mataram, Mbah Putri Titik Sariningsih Demak Bintoro Mataram, Nyai Wanadansari.
Serta, petilasan prajurit Majapahit di sisi selatan.
Baca Juga: Kesuburan Tanah dan Kelihaian Bertani Jadi Kunci Kedigdayaan Pertanian Majapahit
”Mereka para prajurit gabungan dari Mataram dan Majapahit bertugas mengamankan peninggalan Majapahit era runtuhnya kerajaan, tahun 1389 Masehi. Tempat makam ini dulunya sebagai tempat bermusyawarah,” paparnya.
Menyusul, sejumlah temuan benda peninggalan bersejarah di area kompleks pemakaman. Seperti, dua buah regol di sisi timur, arca, dan sebuah lumpang di sisi utara.
Di areal makam prajurit Mataram terdapat sejumlah makam bayi warga setempat.
Diketahui makam bayi tersebut sudah ada sejak dahulu.
Di samping itu, makam ini telah direnovasi untuk melestarikan sejarah, serta memberikan kenyamanan bagi peziarah.
”Bangunan makam prajurit Mataram ini telah direnovasi sebanyak tiga kali. Terakhir renovasi pada tahun 2021 silam,” tuturnya.
Warga umum dan peziarah menggelar pengajian rutinan. Terutama, pada malam Jumat dan hari-hari tertentu.
Selain itu, pendapa di Makam Prajurit Mataram juga terkadang difungsikan warga sebagai tempat pelaksanaan serangkaian acara ruwatan desa.
”Setiap Kamis malam Jumat, warga mengadakan pengajian rutinan, ketika malam 17 Syaban juga menggelar pengajian manakib untuk peringatan haul,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut menandakan bahwa makam ini menjadi bukti sejarah dan telah menjadi bagian hidup dari masyarakat setempat. (moch. khasib)
Editor : Moch. Chariris