Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Raden Antio Disegani Lawan, Semasa Hidup Amalkan Doa Serbet Putih Berlafaz Arab

Moch. Chariris • Minggu, 11 Februari 2024 | 03:21 WIB
PENINGGALAN: Kondisi Masjid Darussalam peninggalan Raden Antio di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)
PENINGGALAN: Kondisi Masjid Darussalam peninggalan Raden Antio di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Raden Antio yang makamnya berada di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, dikenal sebagai sosok gagah berani melawan kejahatan.

Sehingga, Raden Antio disegani masyarakat dan ditakuti musuh.

 

TERJAGA: Peziarah sedang mangamati makam Mbah Raden Antio di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)
TERJAGA: Peziarah sedang mangamati makam Mbah Raden Antio di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)

Sukadi, warga Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto menuturkan, Raden Antio mewariskan sejumlah peradaban akulturasi kebudayaan Islam dan Jawa.

Salah satunya, doa serbet putih yang berlafazkan makna bahasa Arab dan Jawa.

Doa tersebut diyakini orang terdahulu sebagai sarana perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dari gangguan orang-orang yang berniat jahat.

”Almarhum Mbah Husein, sesepuh desa, pernah menjelaskan, sejumlah peninggalan Raden Antio itu pernah tersimpan di kediamanya. Seperti amalan doa hingga pusaka,” kata Sukadi.

Di samping itu, bukti peninggalan Raden Antio berupa pendapa yang difungsikan sebagai kompleks pemakaman Mbah Raden Antio.

Serta sebuah masjid sederhana yang dapat dirasakan hingga sekarang.

”Masjid Darussalam ini salah satu bukti peninggalan Raden Antio yang telah direnovasi beberapa kali. Namun, arsitektur kubah cungkup masih dipertahankan karena sebagai bukti peradaban di masa lampau,” imbuhnya.

Belakangan ini, penduduk desa rutin mengadakan pengajian untuk memperingati haul Raden Antio setiap bulan Rabiul Awal.

”Makam ini biasanya dikunjung pada hari Kamis malam Jumat. Alhamdulilah tahun 2024 ini, pada haul Raden Antio ke-343 tahun, makam ini ramai dikunjungi peziarah dari beragam daerah,” tandasnya.

Seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Mojokerto, Jombang, Nganjuk dan Kediri. (moch. khasib)

Editor : Moch. Chariris
#makam #Penyebar #sakti #agama islam #bangsal