Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Makam Mbah Raden Antio, Tokoh Penyebar Agama Islam Dikenal Sakti, di Bangsal, Mojokerto

Moch. Chariris • Minggu, 11 Februari 2024 | 03:01 WIB

BERZIARAH: Peziarah mengamati kompleks pemakaman Mbah Raden Antio, di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)
BERZIARAH: Peziarah mengamati kompleks pemakaman Mbah Raden Antio, di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)
 

RADARMAJAPAHIT – Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto menyimpan sebuah sejarah makam era kolonial Belanda.

Salah satunya Makam Mbah Raden Antio. Seorang tokoh sesepuh yang membuka lahan di dusun setempat.

MEGAH: Masjid Darussalam di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto menjadi bukti sejarah Raden Antio. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)
MEGAH: Masjid Darussalam di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto menjadi bukti sejarah Raden Antio. (foto: Putri Fadiyah for Radar Majapahit)

Dahulu, Dusun Kauman merupakan sebuah hutan belantara sebelum kemudian Raden Antio mbabah alas, bertujuan untuk membuka lahan pemukiman.

Selain itu, di sekitar makam, terdapat sejumlah makam yang diyakini sebagai murid-murid hingga keluarga Mbah Antio.

”Ada satu makam baru di areal pemakaman. Makam tersebut diketahui sebagai warga setempat. Namun, khawatirnya dikemudian hari makam tersebut disalahpahamkan peziarah sebagai sosok istrinya Mbah Raden Antio,” ujar Sukadi, warga Dusun Kauman, Sabtu (10/2).

Sukadi menjelaskan, Raden Antio dikenal sebagai sosok penyebar agama Islam yang diyakini memiliki keahlian spiritual.

Kemampuan yang dimiliki mampu memengaruhi orang-orang terdahulu. Seperti kemampuan mengambil dan membawa air menggunakan keranjang.

”Dulu, Mbah Raden Antio ini mempunyai kemampuan mengambil air menggunakan keranjang untuk kebutuhan pembangunan masjidnya,” tutur pria 66 tahun ini.

Tak hanya itu, Sukadi menceritakan pengalaman yang dialami sesepuh Desa Bangsal. Dalam cerita itu ada seorang pemuda tanpa sengaja menendang bola ke arah makam Mbah Raden Antio.

Namun, secara tiba-tiba bola tersebut kembali kepada pemuda tersebut.

”Ketika sesepuh desa, Sanaji, masih remaja bermain bola kemudian secara tak sengaja bola tersebut mengarah ke makam Mbah Raden. Kemudian, bola yang ditendang kembali mengenai kaki pemuda tersebut hingga terkilir. Karma tersebut diingat hingga akhir hayatnya,” paparnya

Sukadi menambahkan, Raden Antio mewariskan sejumlah peradaban akulturasi kebudayaan Islam dan Jawa.

Salah satunya, doa serbet putih yang berlafazkan makna bahasa Arab dan Jawa.

Doa tersebut diyakini orang terdahulu sebagai sarana perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dari gangguan orang-orang yang berniat jahat. (moch. khasib)

Editor : Moch. Chariris
#islam #makam #sakti #bangsal