Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Petilasan Mbah Sentono Tumapel, Dlanggu, Dikenal Sebagai Sosok Penyebar Kebajikan

Moch. Chariris • Sabtu, 10 Februari 2024 | 00:35 WIB
PENANDA: Pengunjung mengamati petilasan Mbah Sentono di Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Hidayatul for Radar Majapahit)
PENANDA: Pengunjung mengamati petilasan Mbah Sentono di Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Hidayatul for Radar Majapahit)

RADARMAJAPAHIT - Petilasan Mbah Sentono di Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, diyakini sebagian sosok penyebar kebajikan di daerah Tumapel.

Sejarah berdirinya Desa Tumapel tidak terlepas dari peran Mbah Sentono. Ia merupakan tokoh yang berjasa atas berdirinya Desa Tumapel setelah mbabah atau membuka desa.

KOKOH: Pengunjung mengamati pohon gayam di belakang petilasan Mbah Sentono di Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Hidayatul for Radar Majapahit)
KOKOH: Pengunjung mengamati pohon gayam di belakang petilasan Mbah Sentono di Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. (foto: Nur Hidayatul for Radar Majapahit)

Hal tersebut dikarenakan, sebelum Mbah Sentono datang, daerah itu masih berupa hutan belantara.

”Belum dapat dipastikan awal ditemukannya petilasan Mbah Sentono ini. Dulu waktu ditemukan berupa makam persegi panjang dan ada pohon gayam,” ungkap Basiran, warga setempat, Jumat (9/10).

Petilasan Mbah Sentono berbentuk sebuah makam yang di tengahnya terdapat sebuah batu seukuran bola.

Selain itu, terdapat sebuah pohon gayam tepat di belakang petilasan. Masyarakat setempat meyakini pohon tersebut sudah ada selama ratusan tahun silam.

”Batu itu diyakini sebagai penanda, bahwa tempat ini pernah disinggahi Mbah Sentono,” terangnya.

Petilasan Mbah Sentono telah mengalami beberapa kali renovasi. Di mana awal dari bangunan sekadar berupa cungkup dari bambu seadanya.

Hingga kini terdapat bangunan pendapa dan musala di sisi barat petilasan. Area petilasan kini dibangun bernuansa Majapahitan.

”Petilasan ini sudah sering direnovasi masyarakat sekitar. Terakhir kali dibangunkan pendapa, musala, dan perbaikan petilasan tahun 2016,” tambah Ruspandi, salah satu RT di Desa Tumapel.

Pintu masuk yang rendah mengharuskan pengunjung memunduk saat memasuki area petilasan Mbah Sentono.

Hal tersebut menyimpan sebuah simbol, bahwa kepada orang yang lebih tua kita harus sopan dan tawaduk.

Basiran mengungkapkan, setiap hari Kamis malam di petilasan Mbah Sentono diadakan rutinan manakib.

”Pada bulan Sura juga kerap dijadikan jujukan pengunjung melakukan sejumlah ritual,” pungkas Basiran.

Selain warga setempat, petilasan kerap dikunjungi dari berbagai daerah. Seperti, dari Surabaya, Mojokerto, Jombang, dan Malang. (putri fadiyah)

 

Editor : Moch. Chariris
#dlanggu #kebajikan #petilasan #Tumapel