RADARMAJAPAHIT - Kepala Dusun (Kasun) Ngabar, Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Ahyar menceritakan, sejarah Mbah Sentono duluna dikenal sebagai seorang panglima perang besar di era Majapahit.
Saat itu, dalam sebuah peristiwa, lanjut Ahyar, Mbah Sentono bersama pasukan perangnya hendak melanjutkan perjalanan ke utara.
Kemudian, ketika kuda yang ditunggangi melompat dan Mbah Sentono terjatuh ke Sungai Marmoyo terbawa arus sungai.
Dikarenakan, sebelumnya Mbah Sentono terluka akibat terhunus tombak musuh.
”Mbah Sentono terluka parah karena terkena tombak musuhnya. Kemudian terjatuh di Sungai Marmoyo hingga tersangkut di akar pepohonan,” imbuhnya.
Setelah itu, ketika Mbah Sentono meminta air minum ke penduduk sekitar dan tak seorang pun yang bersedia membantu.
Dari cerita itu, kata Ahyar, seolah menjadi sebuah kutukan bagi kampung tersebut. Akibatnya sumber mata air warga mengering.
Bahkan, hingga saat ini, warga desa tersebut kesulitan mendapatkan air. Sehingga, beliau wafat dan di makamkan di Dusun Ngabar.
Ahyar menjelaskan, saat ini mereka untuk mendapatkan air itu dari pinggiran sungai. Kalau pun mereka membuat sumur, dapat dipastikan airnya berbau amis.
Editor : Moch. Chariris