RADARMAJAPAHIT – Gua Putih di Dusun Tengkep, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, menyimpan kisah yang berkaitan dengan kera putih, Hanoman.
Sosok tokoh pewayangan sebagai pengikut setia Rama dalam kisah Ramayana. Gua tersebut dulunya merupakan tempat berlindung hingga bertapanya orang-orang terdahulu.
Bahkan, tempat tersebut masih difungsikan sejumlah pengunjung untuk sekadar bersemadi hingga melakukan ritual.
Lokasinya berada di antara lereng Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan. Akses menuju Gua Putih terbilang cukup sulit.
Pasalnya, pengunjung harus menyusuri tepian Sungai Kembang dengan melewati jalan bebatuan. Serta, melewati jalur berkelok, menanjak hingga menurun untuk menuju tempat tersebut.
Juru pelihara Gua Putih, Sholeh, mengungkapkan, penamaan gua diambil dari warna keseluruhan dinding gua tersebut yang berwarna putih.
Tak hanya itu, ukuran gua tersebut cukup luas. Terdapat tiga tempat pertapaan, serta satu ruangan sumber mata air. Kini, tempat tersebut masih difungsikan sejumlah pengunjung untuk bermeditasi.
”Di dalam gua terdapat tikar dan karpet yang dapat difungsikan untuk pengunjung yang ingin sekadar beristirahat menikmati pemandangan hingga bersemadi,” ujar pria 51 tahun ini, Kamis (25/1).
Selain itu, dahulu gua ini difungsikan sebagai tempat berlindung orang-orang terdahulu yang ditemukan Mbah Husein pada tahun 1970 atau 54 tahun silam. Kemudian, tempat tersebut dijadikan sebagai tempat bertirakatnya Mbah Husein.
”Masyarakat setempat meyakini gua ini menyimpan kisah petarungan tokoh pewayangan Sugriwa dan Subali,” tuturnya.
Di samping itu, tempat ini sangat sunyi dan memberikan kedamaian dan ketenangan untuk bermeditasi. Sehingga, terdapat lukisan yang menampilkan Hanoman sebagai simbol kesetiaan dan keberanian.
“Sejumlah pengunjung meyakini adanya sosok kera dan sebuah Gada yang identik dengan Hanoman,” tandasnya. (moch. khasib)
Editor : Moch. Chariris