Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Masa Paceklik Picu Angka Kriminalitas hingga Praktik Perjudian

Chariris • Jumat, 13 Oktober 2023 | 21:25 WIB
Photo
Photo


SELAIN krisis pangan di awal decade 1900-an, masa paceklik juga membuat angka kriminalitas meningkat. Bahkan, masyarakat juga terjerumus dalam praktik perjudian karena tidak bisa lagi mengolah lahan pertanian.





Sejarawan Ayuhanafiq menambahkan, situasi keamanan di Mojokerto pada masa krisis pangan berubah mencekam. Sebab, banyak aksi kriminalitas yang terjadi di jalanan baik berupa perampokan hingga kekerasan. ”Salah satu yang sering menjadi korban adalah pedagang,” sambungnya.





Tidak hanya merampok uang, aksi penjarahan juga kerap terjadi. Target sasarannya adalah toko-toko di pasar tradisional yang dikuras barang dagangannya. Bahkan, tindak kejahatan itu tidak hanya dilakukan malam hari, tetapi terang-terangan dilakukan saat siang hari. ”Pelakunya biasanya gerombolan,” ulas anggota Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto ini.





Yuhan menambahkan, aksi pencurian juga menyasar tanaman tebu milik pabrik gula. Menurutnya, barang tidak langsung dijual dalam bentuk olahan berupa gula tradisional.





Namun, aksi pencurian tersebut bisa menjadi bagian dari ketidakpuasan terhadap pengusaha pabrik gula. Karena dengan  diperluasnya tanaman tebu berakibat persawahan padi milik warga tidak teraliri air irigasi.





Karena itu, aksis teror juga banyak dilancarkan pelaku kejahatan dengan melakukan aksi pembakaran tanaman tebu. ”Pembakaran hanya bertujuan untuk membuat pabrik gula merugi,” bebernya.





Kesejahteraan masyarakat semakin tidak menentu saat terjerumus ke dunia perjudian. Di masa kolonial, dadu menjadi permainan yang paling banyak dijumpai dimainkan di pasar-pasar tradisional. (rizal amrulloh/imron arlado)





Photo
Photo
DIALIHFUNGSIKAN: Salah satu lahan pertanian yang disewa pabrik gula di Mojokerto untuk ditanam tebu di masa kolonial.

Photo
Photo
Editor : Chariris