Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Lingga Yoni, Cerita di Balik Situs Tribuana Tungga Dewi

Chariris • Sabtu, 16 September 2023 | 16:56 WIB
KAGUM: Dua wisatawan mengamati lingga yoni yang berada di Situs Tribuana Tungga Dewi.
KAGUM: Dua wisatawan mengamati lingga yoni yang berada di Situs Tribuana Tungga Dewi.


Struktur campuran bata merah dan batu andesit ini ditemukan di bawah tanah ini. Dibangun Raja Hayam Wuruk tahun 1372 Masehi. Biasa disebut Petilasan Watu Ombo. Selama ini, Petilasan Watu Ombo ramai pengunjung dengan tujuan yang beragam.





Mayoritas pengunjung itu penganut Hindu. Namun, tidak sedikit yang datang juga beragama Islam sekaligus sebagai wisatawan. Para pengunjung datang dari berbagai daerah. Mulai dari Surabaya, Bojonegoro, Probolinggo, Pasuruan, hingga Bali.





Situs Bhre Kahuripan atau dikenal dengan Petilasan Tribuana Tunggadewi bukti adanya prasasti peninggalan Kerajaan Majapahit berbentuk arca. Sayang, arca tersebut terjadi perusakan di masa peralihan agama Hindu dan masuknya Islam.





Hampir semua petilasan memiliki cerita tersendiri. Begitu juga dengan petilasan yang berada di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ini. Termasuk, lingga yoni yang ada di dalamnya.





Tribuana Wijaya Tunggadewi merupakan ibunda Raja Hayam Wuruk. Hayam Wuruk berhasil mengantarkan Majapahit pada masa kejayaan bersama Mahapatih Gajah Mada. Tribuana Wijaya Tunggadewi meninggal pada tahun 1372 Masehi.





Tribuana Wijaya Tungga Dewi memiliki nama asli Dyah Gitarja. Ia merupakan putri dari Raden Wijaya dan Ghayatri. Memiliki adik kandung bernama Dyah Wiyat, dan kakak tiri bernama Prabu Jayanegara.





Tribuana Wijaya Tunggadewi merupakan penguasa ke-III Majapahit yang memerintah dari tahun 1328 hingga 1351 Masehi. Setelah menjadi ratu, ia kemudian menyandang gelar Sri Tribuana Wijaya Tunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani. (fitriani artanu/moch. chariris)





Photo
Photo
KUNO: Prasasti peninggalan Majapahit Petilasan Tribuana Wijaya Tunggadewi, di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. (dok JPRM)

Editor : Chariris