RADAR MAJAPAHIT - Keberadaan kendi di era Kerajaan Majapahit menunjukkan tingginya daya seni kreasi terakota masyarakat Nusantara pada masa 700 tahun silam. Lebih dari sekadar wadah air minum, kendi menjadi bagian yang tak terpisah dari nilai spiritualitas masyarakat dan hubungannya dengan alam sebagai sumber kehidupan.
Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta Anam Anis menjelaskan, kendi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat sejak masa sebelum Majapahit.
Hal itu dapat dilihat dari asal mula kata kendi yang berakar dari bahasa Sanskerta, yakni kundika yang berarti wadah atau tempat air minum. ”Dengan bentuknya yang beragam dan artistik, kendi jadi salah satu simbol majunya teknologi kriya masyarakat Jawa kuno dan Nusantara semasa Majapahit,” ungkapnya.
Salah satu karakter kendi Majapahit yaitu bentuk ceratnya yang kerap menyerupai payudara perempuan. Ciri khas itu membuat kendi Majapahit kerap disebut dengan kendi susu.
Sebagaimana diungkapkan para peneliti, Anam Anis menyatakan, bentuk itu mengandung nilai filosofi air ibu bumi yang memberikan sumber kehidupan.
”Istilah dalam konsep filosofis dan kultural Nusantara adalah Ibu Bumi Amerta, yaitu air dari alam semesta ini sebagai sumber penghidupan dan kesucian bagi umat manusia,” tuturnya. (adi/ris)
Editor : Rizal Amrulloh