RADAR MAJAPAHIT – Kemampuan pelaut Kerajaan Majapahit dalam membuat peta berkaitan dengan catatan perjalanan dan pengetahuan navigasi maritim. Dalam pelayaran, para pelaut Jawa kuno disebut mengandalkan pengamatan rasi bintang, posisi matahari, kondisi geografis, serta alat navigasi seperti kompas.
Ketua Perkumpulan Peduli Majapahit Gotrah Wilwatikta, Anam Anis, mengatakan teknologi perkapalan pada masa Majapahit sudah maju. Jung Jawa, sebutan untuk kapal Majapahit, disebut telah melakukan pelayaran di wilayah Nusantara, Asia, hingga Afrika.
Kemampuan menjangkau wilayah yang jauh tersebut didukung pengetahuan navigasi para nakhoda.
”Pelaut Majapahit mengacu rasi bintang, posisi matahari, letak geografis, juga alat navigasi seperti kompas untuk berlayar,” tutur Anis.
Menurut Anis, pengetahuan astronomi para pelaut diperoleh melalui pengalaman pelayaran selama berabad-abad yang dicatat dalam catatan ekspedisi.
Pada siang hari, pelaut menentukan posisi kapal dengan mengamati matahari. Mereka juga menggunakan karakteristik geografis, seperti pulau, gunung, dan tanjung, sebagai acuan ketika berlayar menyusuri pantai.
Sementara itu, pada malam hari, para pelaut menggunakan pergerakan rasi bintang sebagai pedoman navigasi.
Anis menjelaskan, kecakapan astronomi tersebut juga ditunjukkan melalui penggunaan kompas dan kemampuan membuat peta. Pengetahuan itu diperoleh setelah para pelaut mengamati kemampuan pelaut dari berbagai belahan dunia yang berlayar ke Nusantara.
”Kemampuan navigasi ini membuat pelaut Majapahit bisa berlayar sampai jauh,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Rizal Amrulloh