Teknologi Peta Era Majapahit, Bikin Portugis Kagum

Yulianto Adi Nugroho • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 11:31 WIB
ARMADA LAUT: Salah satu relief Candi Borobudur yang menunjukkan kapal laut dalam peradaban kuno. Kapal era Majapahit juga digambarkan dalam relief Candi Penataran.
ARMADA LAUT: Salah satu relief Candi Borobudur yang menunjukkan kapal laut dalam peradaban kuno. Kapal era Majapahit juga digambarkan dalam relief Candi Penataran.
RADAR MAJAPAHIT – Kemampuan bangsa Jawa kuno dalam membuat peta menunjukkan kemajuan pengetahuan maritim pada masa lalu. Pada era Kerajaan Majapahit, teknologi kartografi atau pembuatan peta disebut telah berkembang hingga menarik perhatian bangsa Portugis yang datang ke Nusantara.
Ahli epigrafi Indonesia, Ninny Susanti Tedjowasono, mengungkapkan bahwa Portugis termasuk bangsa yang memiliki catatan lengkap mengenai keadaan Nusantara pada abad ke-15. Kedatangan mereka tidak lepas dari kepentingan perdagangan dan persaingan dengan bangsa-bangsa Eropa lainnya.
”Portugis yang pertama datang ke Nusantara karena kebutuhan politik dagang dan persaingan dengan Belanda, Spanyol, dan lain-lain,” katanya dalam webinar Hubungan Majapahit dengan Negara Asing yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur beberapa waktu lalu.
Salah satu hal yang mendukung penjelajahan Portugis ke Nusantara adalah peta yang disebut berasal dari seorang nakhoda Jawa. Peta tersebut dinilai memiliki kemampuan menggambarkan wilayah dunia secara terperinci, termasuk kawasan yang menjadi jalur perdagangan internasional.
Menurut Ninny, peta itu mencakup wilayah dari Tanjung Harapan di Afrika Selatan, Portugal, Brasil, Laut Merah, hingga Teluk Persia. Peta tersebut juga menggambarkan persebaran kepulauan penghasil rempah-rempah dengan keterangan menggunakan aksara Jawa.
”Siapa lagi yang membuat kalau bukan orang Majapahit karena di situ diberi keterangan dalam aksara Jawa,” tutur Ninny.
Keberadaan peta tersebut menjadi penting bagi Portugis yang memiliki kepentingan dalam perdagangan rempah-rempah. Peta yang memuat informasi geografis dan jalur pelayaran dapat membantu pelaut memahami wilayah tujuan serta lokasi yang memiliki potensi perdagangan.
Ninny menjelaskan, peta itu sangat berharga bagi Portugis hingga keberadaannya dijaga sebagai rahasia. Informasi di dalamnya dinilai dapat memberi keuntungan dalam persaingan perdagangan dengan bangsa lain.
”Disebutkan bahwa Portugis tidak mau berbagi peta dan peta itu menjadi benda yang sangat rahasia, supaya bangsa lainnya tersesat saat akan ke Nusantara,” imbuhnya.
Selain peta yang dikaitkan dengan nakhoda Jawa, kemajuan kartografi pada masa kerajaan dan prakolonial juga terlihat dalam peta kuno Ciela. Peta tersebut menggambarkan wilayah Sunda atau sebagian kawasan Pulau Jawa bagian barat.
Menurut Ninny, peta Ciela memperlihatkan gambaran wilayah hingga aliran sungai secara terperinci. Ketika dibandingkan dengan peta yang dibuat penjelajah Portugis Tome Pires, terdapat kemiripan dalam penggambaran wilayah.
”Ketika diperbandingkan dengan peta yang dibuat Tome Pires (penjelajah Portugis) ternyata sangat mirip, jadi nenek moyang kita itu memang sudah punya keahlian dalam membuat peta,” tandasnya.
Kemampuan menggambarkan wilayah dan aliran sungai tersebut menunjukkan adanya pengetahuan geografis yang berkembang di Nusantara pada masa lalu. Pengetahuan itu menjadi bagian penting dari aktivitas pelayaran dan perdagangan, terutama ketika hubungan antardaerah maupun antarbangsa semakin luas.
Jejak Budaya Maritim dalam Relief dan Artefak
Pengetahuan mengenai pelayaran pada masa kerajaan kuno juga dapat ditelusuri melalui peninggalan budaya, termasuk relief candi yang menggambarkan kapal laut.
Relief Candi Borobudur, misalnya, menampilkan gambaran kapal yang menjadi salah satu petunjuk mengenai pengetahuan maritim masyarakat pada masa itu. Sementara itu, kapal dari era Majapahit juga digambarkan dalam relief Candi Penataran.
Jejak budaya maritim Majapahit juga dapat dilihat melalui miniatur kapal yang dipamerkan di Museum Majapahit, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Berbagai gambaran kapal dan catatan mengenai peta kuno tersebut memperlihatkan pentingnya pengetahuan pelayaran dan geografis dalam sejarah Nusantara. Dalam konteks Majapahit, kemampuan tersebut berkaitan erat dengan aktivitas perdagangan dan hubungan dengan wilayah lain. (adi/ris)
Editor : Rizal Amrulloh
Sumber : BPK Wilayah Jatim
majapahit trowulan mojokerto kapal majapahit